Legislator Minta Pemerintah Tekan Biaya Produksi Mamin Nasional

Jakarta, Maret.id — Pemerintah diminta untuk memberikan perhatian lebih terhadap industri makanan dan minuman nasional yang masih mencatatkan pertumbuhan meskipun mengalami tekanan permintaan dan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, menegaskan bahwa perhatian perlu diarahkan pada peningkatan biaya produksi yang dihadapi oleh pelaku industri. Hal ini mencakup harga bahan baku, biaya kemasan, dan ongkos logistik.
“Kondisi industri makanan dan minuman saat ini menunjukkan bahwa ada hal penting yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah, yaitu tekanan terhadap biaya produksi. Harga bahan baku naik, biaya kemasan meningkat, dan ongkos logistik juga semakin tinggi,” kata Ida kepada wartawan di Jakarta, pada Kamis, 3 September 2026.
Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk menekan biaya produksi dari sisi hulu hingga distribusi. Efisiensi melalui kebijakan dianggap penting agar kenaikan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen.
“Kita harus mencari jalan agar biaya produksi bisa ditekan, tetapi jangan sampai seluruh kenaikan biaya tersebut akhirnya dibebankan kepada konsumen. Industri pangan harus tetap tumbuh, tetapi konsumen juga harus tetap terlindungi,” tegas Ida.
Sebelumnya, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman menyatakan bahwa industri makanan dan minuman secara umum masih mencatatkan pertumbuhan, meskipun kinerjanya belum merata di seluruh kategori.





