Pemerintah Ditantang Selesaikan Pembangunan Pascabencana Sumut

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Hunian Sementara (Huntara) di Desa Napa, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kondisi pascabencana di wilayah tersebut.
Pemerintah diharapkan menyelesaikan pembangunan hunian, fasilitas pendidikan, jembatan, serta infrastruktur pengendalian banjir di Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Tapanuli Selatan. Hal ini diperlukan untuk mempercepat pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.
Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo, menyoroti bahwa tahap pemulihan di berbagai lokasi masih tidak merata. “Sebagian hunian tetap telah ditempati masyarakat, sementara pembangunan di lokasi lainnya masih berjalan,” tuturnya.
Ia mengusulkan agar setelah kunjungan Wapres, perlu segera disusun agenda percepatan pemulihan selama 90 hari untuk lokasi yang menghadapi masalah kritis. “Menurut saya, prioritas perlu diarahkan pada kepastian hunian tetap dan fasilitas dasar,” imbuh Wahyu.
Wahyu juga menekankan pentingnya penyelesaian infrastruktur kritis dan pemulihan mata pencaharian masyarakat. “Saya mengapresiasi pesan yang disampaikan oleh Wapres, dan ini harus segera dijalankan oleh Satgas yang menerima instruksi tersebut,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa evaluasi pemulihan sebaiknya dilakukan secara berkala, yaitu setelah 30, 60, dan 90 hari. Hal ini bertujuan agar hasil kunjungan Wapres bisa diukur melalui penyelesaian masalah konkret di lapangan.





