Politik

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik 2023

Jakarta, Maret.id — Dalam penilaian yang dilakukan oleh IndexPolitica Indonesia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menduduki peringkat kedua dari sepuluh menteri terbaik dengan skor 89. Ia berada tepat di bawah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang meraih skor 91.

Akademisi dari Universitas Esa Unggul, Iswadi, sepakat bahwa penilaian ini menunjukkan bahwa kinerja kementerian tidak hanya diukur dari popularitas atau intensitas pemberitaan, tetapi juga dari capaian konkret yang berdampak pada perekonomian nasional. “Capaian investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan hilirisasi merupakan indikator konkret yang menunjukkan bahwa kebijakan yang dijalankan memberikan dampak terhadap perekonomian,” kata Iswadi dalam keterangannya di Jakarta.

Iswadi menilai hasil penilaian IndexPolitica menjadi signifikan karena menggunakan pendekatan berbasis bukti. Pendekatan ini menempatkan capaian kementerian sebagai elemen krusial dalam menilai keberhasilan seorang menteri. IndexPolitica melakukan evaluasi dengan metode Evidence-Based Government Performance Evaluation melalui Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA).

Penilaian dilakukan dengan enam dimensi yang terdiri dari bobot total 100 persen. Dimensi tersebut mencakup Policy Output (20 persen), Policy Outcome (25 persen), Implementation Effectiveness (20 persen), Public and Economic Impact (15 persen), Policy Innovation (10 persen), serta Intergovernmental Coordination (10 persen). Aspek Policy Outcome sendiri mendapatkan bobot terbesar, yaitu 25 persen, yang mengukur hasil substantif dari kebijakan pemerintah.

“Pendekatan seperti ini penting karena masyarakat pada akhirnya ingin melihat hasil dari sebuah kebijakan. Bukan hanya berapa banyak program yang dibuat, tetapi sejauh mana kebijakan tersebut mampu menciptakan perubahan yang terukur,” kata Iswadi.

Ia menekankan bahwa capaian sektor investasi menjadi indikator relevan untuk menilai kinerja Rosan. Di tengah ketidakpastian global, realisasi investasi Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.931 triliun, menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja. Sementara itu, pada semester pertama 2026, realisasi investasi telah menyentuh Rp1.010 triliun dengan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja baru.

Iswadi menjelaskan bahwa angka-angka tersebut menunjukkan bahwa kebijakan investasi berhasil menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal. “Ketika investasi tetap tumbuh dan diikuti penciptaan jutaan lapangan kerja, itu menunjukkan adanya dampak ekonomi yang nyata. Karena itu, capaian tersebut layak menjadi salah satu indikator dalam menilai kinerja Kementerian Investasi dan Hilirisasi,” tegas Iswadi.

Ia juga mencermati kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang dapat dikaitkan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada beras. Kebijakan peningkatan produksi pangan dan penguatan produktivitas pertanian menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.

“Capaian tersebut menjadi salah satu konteks yang membuat kinerja Menteri Amran memperoleh skor tertinggi dalam penilaian IndexPolitica,” pungkas Iswadi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button