Legislator PDIP: Negara Harus Proaktif Sebelum Bencana

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto menegaskan bahwa negara tidak boleh terlihat hanya setelah bencana terjadi. Pernyataan ini disampaikannya dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema “Waspada Gunung Merapi: Bagaimana Langkah Mitigasinya?” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 10 September 2026.
Edi menilai pemerintah perlu mengubah paradigma penanggulangan bencana. Ia mendorong agar fokus beralih dari respons darurat menjadi kesiapsiagaan yang proaktif sebelum ancaman erupsi gunung api menghantam masyarakat.
Menurutnya, Indonesia telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan PP Nomor 21 Tahun 2008. Namun, keberadaan regulasi tersebut harus diikuti dengan sistem mitigasi yang efektif.
“Kita perlu memastikan pemantauan, peringatan dini, evakuasi, hingga perlindungan masyarakat berjalan tanpa menunggu korban berjatuhan,” ujar Edi.
Ia menekankan ada tujuh aspek yang perlu diperkuat, antara lain pemantauan dan informasi gunung api, jalur evakuasi, tempat pengungsian, simulasi berkala, serta pemetaan kelompok rentan. Koordinasi antarlembaga dan pelibatan masyarakat juga menjadi fokus penting dalam mitigasi bencana.
Lebih lanjut, Edi menyatakan bahwa kelemahan tata ruang dan kurangnya koordinasi antarlembaga dapat meningkatkan risiko bencana. Kawasan rawan bencana seharusnya tidak berkembang menjadi permukiman, dan lembaga seperti BMKG, BNPB, Basarnas, TNI, serta Polri perlu bekerjasama dengan sistem yang terintegrasi.
Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak seharusnya dipandang hanya sebagai penerima bantuan. “Kita harus melibatkan relawan dan generasi muda dalam membangun kesiapsiagaan,” tegas Edi.
Legislator dari PDIP itu juga meminta dukungan anggaran dan keputusan politik untuk diarahkan pada langkah-langkah kesiapan sebelum bencana terjadi. “Jika pemerintah sudah mengetahui potensi dampak bencana, skenario evakuasi, pengungsian, dan logistik harus sudah dipersiapkan,” tuturnya.
“Diharapkan agar kalimat negara hadir di tengah masyarakat dalam situasi sulit ini,” imbuh Edi.





