Waketum Golkar: Prabowo Komitmen Satukan Berbagai Politik

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, memberikan tanggapan terhadap pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia menyoroti potensi Prabowo Subianto dalam menyatukan beragam partai politik di dalam sistem demokrasi.
Idrus Marham mengungkapkan pengalamannya sebagai mantan Ketua Koalisi Merah Putih yang mendukung Prabowo pada Pemilu 2014. “Saya kira begini ya. Kalau memang saya pernah menjadi Ketua Koalisi Pak Prabowo pada tahun 2014, Koalisi Merah Putih ketika itu saya ketuanya,” ujar Idrus.
Ia menjelaskan bahwa konsistensi Prabowo dalam membangun persatuan telah terlihat sejak ditetapkan sebagai presiden terpilih pada 2024. “Oleh karena itu, dan beliau adalah sangat konsisten, kita lihat misalkan segera setelah ditetapkan sebagai presiden terpilih 2024,” imbuhnya.
Presiden Prabowo, menurut Idrus, sejak awal mengingatkan pentingnya merawat Indonesia sebagai rumah besar berdasarkan nilai-nilai Pancasila. “Ya, Pak Prabowo langsung mengingatkan ketika itu bahwa Indonesia ini adalah rumah besar kita,” tuturnya.
Idrus menegaskan bahwa ajakan Prabowo untuk merawat bangsa tidak hanya ditujukan kepada partai-partai pendukungnya, tetapi juga kepada partai-partai yang pernah menjadi kompetitor. “Bukan hanya partai-partai, di samping Pak Prabowo melakukan safari politik,” kata Idrus.
Ia mengungkapkan filosofi Prabowo bahwa Indonesia adalah rumah bersama. “Nah, itu dasarnya apa? Memang filosofinya, Indonesia ini adalah rumah kita bersama,” tegasnya.
Idrus menilai bahwa meskipun Prabowo mengajak semua pihak untuk berkontribusi, tanggung jawab tetap ada di pundaknya sebagai pemimpin. “Kalau misalkan sudah diajak tidak mau ikut, Pak Prabowo yang memiliki tanggung jawab dengan patriotisme yang sangat tinggi, tentu akan jalan,” imbuhnya.
Kebijakan pemerintahan Prabowo, kata Idrus, berfokus pada kepentingan rakyat melalui penguatan koperasi dan UMKM, serta kemandirian energi dan pangan. “Nah, oleh karena itu maka kebijakan-kebijakan yang diambil semua juga orientasinya pada rakyat,” papar Idrus.
Namun, ia menyayangkan kritik yang muncul terhadap pemerintahan Prabowo, yang dianggapnya sering bersifat negatif. “Saya kira ini perlu ada pendidikan kebangsaan barangkali ya,” tandas mantan Menteri Sosial itu, menyerukan agar masyarakat tidak memusuhi satu sama lain.





