Defisit APBD Jabar Rp5,7 T, Muslim Arbi Tanyakan Kinerja KDM

Jakarta, Maret.id — Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, mengingatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk lebih fokus menangani masalah defisit anggaran daerah yang mencapai Rp5,7 triliun.
Muslim menilai defisit ini seharusnya menjadi perhatian utama bagi KDM sebagai kepala daerah. Ia menegaskan bahwa gubernur seharusnya berupaya mencari sumber pendapatan untuk memperkuat kas daerah, bukan sibuk melakukan safari dan aktivitas yang hanya menonjolkan citra.
“Sebagai Gubernur Jabar, KDM seharusnya mengejar dana untuk APBD, bukan sibuk safari sana-sini sambil tebar pesona,” ujar Muslim dalam pernyataan kepada RMOL, pada Senin, 14 September 2026. Ia juga menekankan bahwa tugas utama gubernur mencakup memastikan kemampuan fiskal daerah yang memadai untuk membiayai pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Tugas pokoknya untuk isi kas APBD diabaikan sehingga defisit sampai mencapai 5,7 T,” imbuh Muslim. Menurutnya, kondisi ini wajar memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai kinerja KDM dalam mengelola Jawa Barat.
“Publik kritis akan bertanya ngapain aja itu KDM? Moso cuma kejar pencitraan mirip Jokowi di masa lalu?” tegas Muslim. Ia juga membandingkan gaya kepemimpinan KDM dengan sejumlah gubernur di daerah lain, seperti Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, yang dinilainya tidak terlalu mengedepankan pencitraan.
“Dibandingkan gubernur lainnya. Seperti Jakarta, Jateng dan Jatim nggak ‘genit’ pencitraan mirip KDM ya,” sambungnya. Oleh karena itu, Muslim mendesak KDM untuk menghentikan aktivitas yang dianggapnya sekadar tebar pesona dan kembali memprioritaskan masalah mendasar di Jawa Barat, terutama kondisi keuangan daerah.
“Jadi sebaiknya KDM stop tebar pesona. Urus tuh Jabar dengan benar biar nggak defisit,” tuturnya. Ia menilai bahwa defisit APBD harus menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah, di mana kemampuan mengelola keuangan daerah adalah tanggung jawab penting seorang gubernur.
“Defisit APBD menandakan KDM nggak bisa kerja. Cuma tebar pesona doang,” pungkas Muslim.





