Politik

Syaifuddin Zuhri Dorong Penyelesaian Pelebaran Wiyung

Jakarta, Maret.id — Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, mendorong percepatan proyek pelebaran Jalan Wiyung–Menganti bersama sejumlah infrastruktur pendukung. Penyelesaian proyek tersebut, menurutnya, sangat penting untuk mengurangi kemacetan dan memperkuat konektivitas kawasan, yang akan berdampak positif terhadap kegiatan ekonomi.

Kaji Ipuk, sapaan akrabnya, menggarisbawahi bahwa infrastruktur jalan yang memadai merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi. “Ketika jalan memadai, gerakan ekonomi akan terjadi percepatan,” kata Kaji Ipuk dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Ia menekankan bahwa kemacetan tidak hanya memperpanjang waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan biaya distribusi barang. Oleh karena itu, koridor Wiyung–Menganti dianggap prioritas, mengingat jalur tersebut menghubungkan Surabaya dengan Gresik dan area sekitarnya.

“Surabaya memungkinkan pertukaran ekonomi dengan Gresik, maka jalan ini harus diprioritaskan. Ini sama dengan menyiapkan diri menuju kemampuan mandiri dalam bidang ekonomi,” imbuh Kaji Ipuk. Pembangunan jalur tersebut juga diharapkan terintegrasi dengan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) untuk memperkuat jaringan transportasi di kawasan barat Surabaya.

Kaji Ipuk menekankan pentingnya konektivitas antarjalur. “Jangan sampai pembangunan jalan berdiri sendiri-sendiri. Konektivitas antarjalur harus dipikirkan agar manfaatnya lebih besar,” tegasnya.

Ia juga mengakui masih ada pekerjaan infrastruktur yang harus diselesaikan oleh Pemkot Surabaya. Beberapa proyek mengalami penundaan akibat pandemi Covid-19. “Target untuk jalan Wiyung maupun JLLB sudah dibahas ketika saya menjabat sebagai Ketua Komisi pada 2023,” ujarnya.

Kaji Ipuk menekankan bahwa pembangunan yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat tidak boleh terhenti. “Di era Pak Eri harus selesai semua. Harus selesai,” tegasnya.

Hidayat Syah, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, menyampaikan bahwa pelebaran Jalan Wiyung–Menganti saat ini dilakukan secara multiyears. Pekerjaan dimulai dari perempatan Jalan Babatan Unesa ke arah barat hingga Wisma Lidah Kulon.

Ia menjelaskan bahwa pelebaran jalan sepanjang 350 meter telah direalisasikan pada 2025. Pekerjaan lanjutan yang mencakup panjang 1.900 meter direncanakan pada 2026-2027, dengan target penyelesaian sekitar 950 meter pada 2026.

Dengan penyelesaian bertahap, pelebaran Jalan Wiyung–Menganti diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jalan dan memperkuat konektivitas kawasan barat Surabaya dengan wilayah sekitarnya. Bagi DPRD Surabaya, penyelesaian proyek ini adalah langkah penting dalam investasi infrastruktur yang mendukung pergerakan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi kawasan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button