Politik

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Kembangkan Pancasila

Jakarta, Maret.id — Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, berencana menerapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah yang gagal dalam pembinaan Kampung Pancasila. Sanksi ini tidak hanya sebagai penanda evaluasi, tetapi juga akan memengaruhi jabatan kepala perangkat daerah yang bersangkutan.

Sebaliknya, perangkat daerah yang berhasil mendorong perubahan positif akan menerima bendera putih sebagai bentuk penghargaan. Eri mengungkapkan bahwa setiap Rukun Warga (RW) di Surabaya akan memiliki satu Aparatur Sipil Negara (ASN) pengampu yang bertanggung jawab atas program tersebut.

“Setiap ASN yang memegang kampung tadi itu bertanggung jawab terhadap kegiatan Kampung Pancasila. Karena itu nanti ASN, saya berharap bisa mengubah kampung-kampung ini jadi Kampung Pancasila,” ujar Eri Cahyadi.

Menurut Eri, keberhasilan ASN pengampu tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari perubahan nyata di wilayah binaannya. ASN yang dinilai berhasil akan mendapat bendera putih yang dipasang di kantor mereka.

“Kalau tidak ada perubahan maka pengampu yang memegang RW itu akan kita berikan reward. Ada dua reward-nya. Yang berhasil kita kasih bendera putih di kantornya, yang tidak berhasil menjalankan Kampung Pancasila, maka kita berikan bendera hitam untuk dinasnya,” tegas Eri.

Bendera hitam ini bukan sekadar simbol. Penilaian terhadap keberhasilan Kampung Pancasila akan diintegrasikan dalam evaluasi kinerja kepala perangkat daerah. Hasil evaluasi ini bisa menjadi pertimbangan untuk melanjutkan atau menghentikan masa jabatan kepala PD.

“Bendera hitam ini akan berpengaruh terhadap kinerja kepala PD. Apakah terus menjadi kepala PD atau tidak,” kata Eri, yang merupakan politisi PDI Perjuangan.

Dengan kebijakan ini, Eri ingin ASN pengampu tidak hanya melaksanakan tugas administratif tetapi juga berperan aktif dalam mengidentifikasi masalah di wilayah masing-masing dan mendorong partisipasi masyarakat untuk mencari solusi.

“Bagi saya, pembangunan kota tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Perubahan harus tumbuh dari lingkungan paling dasar dengan melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Eri berharap program Kampung Pancasila dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dari tingkat RW dan tidak sekadar menjadi label atau program seremonial. Keterlibatan warga menjadi kunci dalam menjaga lingkungan, membangun wilayah, dan menciptakan kebiasaan yang mendukung kehidupan bersama.

“Sehingga saya berharap Kampung Pancasila ini bisa mengubah Surabaya mulai dari dasar. Mengajak warga Surabaya mengubah paradigma, mengubah kebiasaan yang menentukan nasib Kota Surabaya ini,” pungkasnya.

Dengan evaluasi yang ketat, keberadaan ASN pengampu diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan di tingkat kampung, serta memastikan bahwa program Kampung Pancasila memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button