Bahlil Dituduh Coba Menyelamatkan Karier Politiknya

Jakarta, Maret.id — Sikap diam Bahlil Lahadalia terhadap pengunduran diri Nusron Wahid dari kepengurusan Partai Golkar memunculkan beragam interpretasi di dalam partai tersebut.
“Mundurnya Nusron Wahid yang tidak dikonfirmasi Bahlil selaku Ketua Umum Golkar kecil kemungkinan sebagai sikap melindungi Nusron terkait perkara korupsi di Kementerian ATR/BPN,” ujar Efriza, pengamat politik dari Citra Institute.
Efriza menambahkan, waktu pengunduran diri Nusron juga menarik perhatian. Informasi ini muncul bersamaan dengan gegap gempita dugaan korupsi di Kementerian ATR/BPN.
“Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya masalah komunikasi dan transparansi di internal Partai Golkar. Ketidakjelasan alasan mundur Nusron dapat memunculkan berbagai persepsi,” tuturnya.
Lebih jauh, Efriza menyatakan bahwa situasi ini membuka kemungkinan bagi Bahlil untuk menjaga legitimasi kepemimpinannya.
“Ada apa dengan Partai Golkar? Apakah mundurnya Nusron berhubungan dengan kritik terhadap kepemimpinan Bahlil?” tegas Efriza.
Nusron sebelumnya menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar. Namun, pengunduran dirinya terungkap setelah namanya tersangkut dalam isu rasuah di Kementerian ATR/BPN, padahal surat pengunduran diri telah disodorkan kepada Bahlil enam bulan sebelumnya.





