Anas Karno Dorong Perluasan Sosialisasi Bunda Jelita di Jatim

Jakarta, Maret.id — Anggota DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, mendorong perluasan sosialisasi program Bersama Urus Kelahiran dan Identitas Anak (Bunda Jelita). Ia menilai pentingnya sosialisasi melalui kelurahan, kader, dan fasilitas kesehatan agar ibu hamil lebih banyak mengetahui layanan ini.
Anas mengapresiasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya yang mengintegrasikan pendampingan keluarga dengan pengurusan administrasi kependudukan. “Inovasi tersebut mengintegrasikan pendampingan keluarga dengan pengurusan administrasi kependudukan sejak masa kehamilan hingga setelah bayi lahir,” ujar Anas.
Menurut Anas, Bunda Jelita adalah inovasi pelayanan publik yang sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Persiapan administrasi kependudukan bisa dilakukan sejak ibu memasuki usia kehamilan tujuh bulan.
“Ini inovasi yang sangat baik. Pelayanan tidak hanya hadir setelah bayi lahir, tetapi sudah dipersiapkan sejak masa kehamilan,” tuturnya. Ia menekankan bahwa pola pelayanan ini mencerminkan kehadiran pemerintah dalam memangkas proses administrasi yang rumit bagi masyarakat.
Akta kelahiran, lanjut Anas, merupakan identitas pertama seorang anak yang penting untuk akses layanan publik. “Akta kelahiran adalah identitas pertama seorang anak. Dari dokumen kependudukan itu, akses terhadap berbagai layanan publik menjadi lebih mudah,” imbuhnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi Disdukcapil Surabaya dengan berbagai fasilitas kesehatan dalam implementasi Bunda Jelita. Saat ini, 66 rumah sakit, 136 praktik bidan mandiri, dan 63 puskesmas terlibat dalam program ini.
“Keterlibatan fasilitas kesehatan membuat layanan administrasi kependudukan semakin dekat dengan masyarakat. Warga tidak harus datang langsung ke kantor Disdukcapil,” tegas Anas.
Ia meminta agar sosialisasi Bunda Jelita tidak berhenti pada fasilitas kesehatan saja. Kelurahan dan jejaring masyarakat harus dilibatkan agar informasi sampai langsung kepada calon orang tua.
“Jangan sampai inovasinya sudah bagus tetapi belum diketahui masyarakat,” sambungnya. Anas menegaskan DPRD akan mendorong terus penguatan dan evaluasi layanan ini.
Kepala Disdukcapil Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjad, menjelaskan bahwa Bunda Jelita memungkinkan pengajuan akta kelahiran sekaligus penerbitan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Identitas Anak (KIA). “Layanan pengajuan akta kelahiran yang langsung disertai penerbitan KK serta KIA secara otomatis. Lebih cepat, lebih mudah, dan lebih praktis untuk masyarakat,” jelas Irvan.
Dengan pola layanan ini, Bunda Jelita diharapkan dapat mempercepat penerbitan dokumen kependudukan untuk bayi yang baru lahir dan memastikan keluarga mendapatkan layanan administrasi secara lebih mudah sejak awal.





