Fahira Idris Berikan Enam Catatan untuk KIP Kuliah

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengumumkan rencana peta jalan untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2027, dengan penekanan pada pengukuran target dan penjaminan keberlanjutan bagi mahasiswa.
Kemdiktisaintek diminta untuk memublikasikan target jumlah mahasiswa baru serta penerima bantuan di berbagai perguruan tinggi. “Keberlanjutan pembiayaan mahasiswa yang sedang kuliah harus dijamin sebelum memperluas penerima baru,” ujar Fahira Idris, Anggota DPR.
Langkah kedua adalah menyempurnakan sistem penyaluran bantuan dengan memadukan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan verifikasi faktual. Dengan ini, data desil diharapkan menjadi pintu awal untuk penentuan, bukan satu-satunya acuan.
Fahira menekankan bahwa “perubahan desil tidak boleh otomatis menggugurkan bantuan. Harus tersedia mekanisme sanggah yang mudah, batas waktu penyelesaian yang jelas…” tuturnya. Kuota dan proses seleksi penerima juga harus dibuka secara transparan, agar publik dapat melihat jumlah kuota dan kriteria seleksi di setiap perguruan tinggi.
Fahira menambahkan, “Seluruh jalur penyaluran harus menggunakan standar nasional yang sama, berbasis kebutuhan, dapat ditelusuri…” tegasnya. Sementara itu, jaminan bahwa dana diterima mahasiswa secara langsung dan tepat waktu juga menjadi fokus Kemdiktisaintek.
“Dana bantuan harus disalurkan langsung ke rekening mahasiswa, tanpa dikurangi oleh pihak kampus,” jelas Fahira. KIP Kuliah diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang berkualitas, tanpa menambah jumlah mahasiswa di program studi yang tidak memenuhi standar.
Pemantauan kualitas program studi dan kepatuhan dalam pelaporan juga dinilai penting. “Kemdiktisaintek perlu memantau mutu program studi, kepatuhan pelaporan PDDikti…” imbuh Fahira.
Lebih lanjut, evaluasi keberhasilan KIP Kuliah harus mencakup berbagai aspek seperti tingkat kelulusan dan mobilitas sosial. Platform Satu Beasiswa Indonesia juga dirumuskan untuk menghubungkan penerima beasiswa dengan peluang kerja dan pengembangan karir.
Ukuran keberhasilan KIP Kuliah tidak hanya berdasarkan anggaran atau jumlah penerima, namun juga pada dampak nyata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. “Ukuran utamanya adalah berapa banyak anak dari keluarga kurang mampu yang dapat kuliah tanpa haknya dipotong,” tegasnya.
Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Kemdiktisaintek menyampaikan penyesuaian pagu anggaran Tahun Anggaran 2027. Terdapat tambahan anggaran sebesar Rp1,267 triliun untuk mendukung pelaksanaan KIP Kuliah.
Dengan tambahan tersebut, pagu anggaran Kemdiktisaintek untuk Tahun Anggaran 2027 akan mencapai Rp66,440 triliun.





