Danantara Siapkan Kawasan Terintegrasi untuk Industri Tekstil

Jakarta, Maret.id — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berencana menyiapkan kawasan khusus untuk mengintegrasikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dari hulu hingga hilir.
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industri tekstil nasional dalam hal daya saing dan efisiensi produksi.
“Kami di Danantara juga akan menyiapkan satu daerah khusus untuk pembangunan, untuk integrasi dari hulu ke hilir agar lebih efisien dengan menggunakan teknologi yang baik dan benar,” kata Rosan di Istana Merdeka, Jakarta.
Rosan juga menekankan pentingnya dukungan pembiayaan perbankan untuk mendukung penguatan industri TPT, terutama untuk memperbaiki mesin-mesin produksi yang sudah tua.
“Bank Himbara dan bank nasional lainnya diharapkan memberikan pinjaman, terutama dalam rangka perbaikan mesin-mesin yang sudah cukup tua,” imbuh Rosan.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya saing produk tekstil dan garmen Indonesia. Selain itu, pemerintah juga sedang menilai insentif bagi industri tekstil, termasuk fasilitas tax holiday untuk sektor ini.
Penguatan industri tekstil dinilai penting, mengingat sektor ini memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi. Kebijakan terkait akan dikoordinasikan bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Investasi, Danantara, dan BP BUMN.
“Inisiatif ini bertujuan untuk menjadikan produk tekstil garmen kembali sebagai salah satu industri unggulan yang berdampak positif bagi perekonomian, termasuk dalam penciptaan lapangan pekerjaan,” tutup Rosan.





