Politik

Gibran Minta Keringanan Cicilan Himbara untuk Korban Banjir

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengarahkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemerintah pusat untuk meningkatkan penanganan bencana. Ia menekankan pentingnya koordinasi dalam pemulihan pasca bencana dengan fokus pada pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Untuk memastikan langkah-langkah tersebut cukup efektif, Wapres meninjau Posko Utama Penanggulangan Bencana di Kabupaten Solok pada 25 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan bahwa penanganan bencana banjir tidak selesai ketika air surut.

“Pembersihan material yang terbawa banjir sangat penting untuk mengembalikan akses dan aktivitas masyarakat,” tegas Wapres. Ia menyatakan bahwa prioritas pembersihan harus mencakup permukiman, jalan, dan fasilitas umum lainnya.

Menyusul penanganan dampak bencana, Gibran menyoroti perlunya kesiapsiagaan menghadapi cuaca buruk dan potensi bencana susulan. Ia meminta agar informasi cuaca terbaru selalu diperbarui dan tersampaikan kepada masyarakat di daerah berisiko.

“Tingkatkan kewaspadaan terhadap hujan dan longsor susulan,” sambung Wapres. Ia mengajak koordinasi dengan BMKG untuk memastikan masyarakat menerima informasi yang jelas dan mudah dipahami.

Wapres juga menegaskan pentingnya pemulihan aktivitas masyarakat, terutama di sektor pertanian, yang berkontribusi besar pada perekonomian daerah. Pemulihan lahan pertanian harus diprioritaskan agar warga segera dapat kembali bertani.

“Solok merupakan lumbung pangan untuk Sumbar dan Nasional, pemulihan lahan pertanian harus menjadi prioritas,” imbuhnya. Gibran juga memberikan perhatian kepada warga yang terdampak banjir dan memiliki kewajiban cicilan untuk mendapatkan keringanan.

“Warga yang memiliki cicilan di bank Himbara perlu diberikan sedikit keringanan selama masa kebencanaan,” ujar Wapres. Ia meminta Bupati Solok untuk mendata warga yang membutuhkan bantuan restrukturisasi pembiayaan.

“Ini agar tidak ada warga yang merasa terbebani,” tegasnya. Semua kondisi dan kebutuhan lapangan menjadi perhatian Gibran untuk diproses melalui koordinasi dengan tingkat pusat.

Ia memastikan setiap kendala yang dihadapi dalam penanganan bencana akan dilaporkan kepada Presiden untuk mendapatkan arahan lebih lanjut. “Semua kendala dan persoalan di lapangan akan saya laporkan kepada Bapak Presiden,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button