Pemkot Surabaya Sediakan Fasilitas Olahraga untuk Piala Soeratin

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kota Surabaya mengalokasikan sejumlah fasilitas olahraga untuk mendukung putaran nasional Piala Soeratin yang akan berlangsung di kota tersebut. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan tanpa biaya sewa untuk latihan dan pertandingan bagi sepak bola usia muda.
Dukungan ini diberikan setelah Persebaya kelompok umur (KU) 13, 15, dan 17 tahun meraih gelar juara Piala Soeratin tingkat Jawa Timur secara bersamaan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, Pemkot siap memberikan dukungan fasilitas kepada PSSI dan Persebaya yang menjadi tuan rumah dalam putaran nasional.
“Kami memberikan support penuh kepada PSSI dan pembinaan ini. Dengan lapangan latihan maupun lapangan pertandingan. Apalagi hari ini Persebaya bermain sebagai tuan rumah di Kota Surabaya. Kalau untuk PSSI, tidak ada biaya sewa, karena Persebaya ini juara,” tutur Eri saat audiensi dengan ofisial, manajemen, dan pemain Persebaya di Ruang Sidang Wali Kota Surabaya.
Fasilitas yang disiapkan mencakup Lapangan Thor, Lapangan ABC, Gelora Bung Tomo (GBT), dan Gelora 10 November. Pemanfaatan teknis dari masing-masing fasilitas akan dikoordinasikan lebih lanjut antara Pemkot Surabaya, PSSI, dan manajemen Persebaya.
Eri menekankan, dukungan ini adalah bagian dari upaya pemerintah kota dalam membina sepak bola usia muda. “Saya matur nuwun (terima kasih) Persebaya telah mengharumkan nama Kota Surabaya. Di Piala Soeratin, mungkin ini pertama kali dalam sejarah kelompok umur 13, 15, dan 17 juara bersama di tingkat Jawa Timur,” imbuhnya.
Dengan status sebagai tuan rumah putaran nasional, Eri berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di level yang lebih tinggi. Ia juga menitipkan karakter permainan khas Surabaya kepada pemain saat berlaga.
“Saya nitip untuk terus memberikan semangat kepada adik-adik semuanya. Terus main ngosek, terus main ngeyel, ini main di kandang kita di Kota Surabaya. Karakter Persebaya itu wani tempur,” tegasnya.
Eri berharap dukungan fasilitas dan status tuan rumah ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi para pemain. “Semoga kelompok umur 13, 15, dan 17 Persebaya bisa menjadi yang terbaik dan keluar sebagai juara di kandangnya sendiri,” tuntas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Di sisi lain, Direktur Pembinaan Amatir/Usia Muda Persebaya Saleh Hanifah menyambut positif dukungan Pemkot Surabaya. Ia menilai, dukungan tersebut memotivasi pemain, pelatih, dan manajemen dalam persiapan menghadapi putaran nasional.
“Apa yang disampaikan Pak Wali tadi betul-betul memotivasi kita semuanya, bukan hanya pengurus, tetapi juga seluruh tim. Saya berharap momen hari ini bisa diresapi oleh seluruh pemain, pelatih, dan manajemen,” sambung Saleh.
Ia memastikan, pesan untuk bermain dengan semangat akan menjadi bagian dari persiapan tim. “Tadi pesannya adalah wani ngosek dan wani ngeyel. Itu yang akan betul-betul kita terapkan kepada seluruh pemain,” tegasnya.
Dukungan fasilitas olahraga dari Pemkot Surabaya juga menegaskan peran kota dalam membina sepak bola usia muda. Tersedianya lapangan latihan dan pertandingan tanpa biaya sewa diharapkan dapat membuat persiapan Persebaya KU 13, 15, dan 17 berlangsung lebih optimal menjelang kompetisi di tingkat nasional.





