NasDem Maluku Luncurkan Program Aren untuk Ketahanan Pangan

Jakarta, Maret.id — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Maluku menyatakan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan dan energi yang diinisiatif oleh Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut difokuskan pada pengembangan sektor pertanian di Maluku. Menurut Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, pengembangan komoditas aren dan bioetanol menjadi salah satu prioritas dalam program ini.
Ketua DPW Partai NasDem Maluku, Abdullah Vanath, menilai bahwa pengembangan tanaman aren dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan di wilayah tersebut. NasDem Maluku berkomitmen mendukung program ini melalui organisasi sayap Petani dan Nelayan NasDem.
“Salah satu program yang akan kami jalankan adalah produksi gula aren yang dimulai dari Pulau Seram,” imbuh Abdullah. Ia menyoroti kerawanan sosial di Maluku yang salah satunya disebabkan oleh konsumsi alkohol.
Abdullah menjelaskan bahwa pohon aren memiliki banyak produk turunan, termasuk sopi, dan potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi gula aren bubuk dan cair untuk tujuan ekspor. “Ini adalah cita-cita saya sejak awal,” tuturnya.
Dia menambahkan, produk gula aren ini akan dipasarkan ke berbagai wilayah, termasuk Eropa Timur dan negara-negara Arab. Abdullah menyebutkan bahwa pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara kolektif, tidak hanya oleh pemerintah, namun juga oleh partai dan organisasi lainnya.
“Saya yakin benar bahwa tugas memangkas kemiskinan rakyat Indonesia bukanlah tanggung jawab pemerintah saja,” tegasnya. Menurutnya, Maluku memiliki lebih dari 1.200 desa di mana banyak masyarakat bergantung pada sektor pertanian dan perikanan.
“Pengembangan komoditas yang tahan terhadap kondisi iklim ekstrem sangat penting,” kata Abdullah. Ia berharap organisasi sayap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
Abdullah juga mencatat bahwa pohon aren memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca buruk, dengan akar yang dapat menembus tanah hingga kedalaman lebih dari 12 meter. “Setiap desa di Maluku seharusnya memiliki petani yang mengembangkan pohon aren,” katanya.
Dia merinci bahwa jika setiap desa memiliki setidaknya tiga pohon aren, potensi pendapatan dari produksi nira dapat mencapai setengah triliun rupiah. Abdullah meyakini pengembangan sektor pertanian dan nelayan adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Penyumbang kemiskinan terbesar di Maluku adalah para petani dan nelayan,” ujar Abdullah. Dalam pandangannya, jika mereka sejahtera, hal itu berkontribusi besar dalam mengurangi angka kemiskinan di wilayah tersebut.





