DPC Magetan Resmi Lantik Pengurus Ranting dari 4 Kecamatan PDIP

Jakarta, Maret.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan telah melaksanakan pelantikan pengurus ranting secara estafet di sejumlah kecamatan pada tanggal 29 hingga 30 September 2026.
Agenda ini dilaksanakan di Kecamatan Takeran, Nguntoronadi, Karangrejo, dan Sidorejo, yang merupakan bagian dari strategi partai untuk memperkokoh struktur organisasi dan membangun sistem yang progresif serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana Sasa, menegaskan bahwa acara ini bukan hanya sekadar rutinitas pergantian kepengurusan. “Pelantikan ini bukan sekadar agenda pergantian atau pengukuhan kepengurusan, melainkan momentum memperkokoh barisan perjuangan partai,” ujar Diana Sasa.
Sejalan dengan itu, DPC PDI Perjuangan Magetan juga mengedepankan fokus pada inklusivitas dan regenerasi kader, sesuai instruksi dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Mereka mewajibkan keterwakilan minimal 30 persen untuk perempuan dan 30 persen untuk kader muda berusia di bawah 35 tahun dalam struktur kepengurusan.
Langkah ini diambil untuk memastikan partai tetap relevan dan regeneratif, sambil tetap berpegang pada ideologi utama. “Perempuan dan generasi muda dipandang bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen strategis partai,” sambung Diana Sasa.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Suyono Wiling, menyampaikan bahwa sinergi antara kader perempuan dan anak muda dapat menghasilkan dampak positif dalam politik kerakyatan. Menurut Suyono, kader perempuan memiliki peran penting dalam menangani persoalan sosial, sedangkan generasi muda menyumbangkan ide-ide segar dan kreatif.
“Keduanya merupakan kekuatan yang saling melengkapi dalam membangun partai yang hidup, bergerak, dan senantiasa hadir di tengah masyarakat,” jelas Suyono Wiling.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan struktur hingga ke tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat mendorong kader untuk lebih aktif di masyarakat dan fokus pada kesejahteraan rakyat kecil. “Konsolidasi bukan hanya tentang merapikan organisasi, tetapi memastikan setiap kader memiliki keberanian untuk bekerja, bergerak, dan berjuang bersama rakyat,” pungkasnya.





