Politik

Bupati Lukman Evaluasi Innovative Government Award untuk Kabupaten Terinovatif 2026

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Bangkalan berkomitmen untuk meningkatkan inovasi demi kualitas pelayanan publik dan bertahan di ajang Innovative Government Award (IGA).

Setelah mencapai 14 besar nasional pada 2024 dan 10 besar pada 2025, Bangkalan menargetkan penghargaan sebagai kabupaten terinovatif pada 2026.

“Berkat kerja keras tersebut, Kabupaten Bangkalan secara konsisten ditetapkan sebagai kabupaten terinovatif,” kata Lukman Hakim, Bupati Bangkalan.

Lukman menegaskan bahwa inovasi daerah harus berkembang lebih jauh dari sekadar program administratif.

Inovasi tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

Pemkab Bangkalan telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan, Lukman berharap upaya tersebut akan membawa Bangkalan meraih penghargaan sebagai kabupaten terinovatif dalam IGA 2026.

“Semoga berbagai inovasi yang telah dikembangkan dapat terus memberikan manfaat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wibagyo Suharta, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), menjelaskan evaluasi bertujuan untuk memantau pelaksanaan inovasi di seluruh instansi.

Evaluasi ini penting untuk mengetahui efektivitas dan keberlanjutan inovasi yang diterapkan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada gagasan,” tuturnya.

Wibagyo menambahkan bahwa evaluasi juga merupakan persiapan Kabupaten Bangkalan menghadapi ajang penilaian di tingkat provinsi maupun nasional.

Dalam Jatim Jagad Inovasi Award 2026, beberapa inovasi dari Kabupaten Bangkalan mencatatkan capaian yang membanggakan.

Dua inovasi, yaitu CONSIS Telepati dari RSUD Syamrabu dan BRAVO dari Bapperida, telah mencapai kelompok 90 besar inovasi pelayanan publik.

Selain itu, inovasi SI BANG MANJA (Sistem Informasi Bangkalan Mantap Jalannya) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang masuk enam besar kategori inovasi berbasis web atau aplikasi.

Di kategori III, inovasi Karna Pitaloka yang dikembangkan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan juga berhasil menembus enam besar.

Inovasi Duwe’ Beres dari RSUD Syamrabu lolos seleksi administrasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Pro Tematik 2026 pada kategori layanan jemput bola.

Melalui evaluasi IGA 2026, Pemkab Bangkalan berharap seluruh OPD semakin terpacu menghadirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya inovasi, diharapkan proses tata kelola pemerintahan menjadi lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button