Perlindungan Santri, DPRD Ngawi Tingkatkan Pengawasan Ponpes Pemerintah

Jakarta, Maret.id — DPRD Ngawi berkomitmen untuk meningkatkan fungsi pengawasan terhadap pondok pesantren yang memperoleh anggaran dari pemerintah daerah. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melindungi santri dan menjaga citra positif ponpes sebagai lembaga pendidikan yang aman.
Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, yang lebih dikenal sebagai King, menyatakan bahwa kasus kekerasan seksual di sejumlah pesantren harus menjadi perhatian serius. “Kita perlu memastikan lembaga pendidikan keagamaan tetap aman bagi santri,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kasus asusila berpotensi mencoreng reputasi pesantren sebagai pusat pembinaan akidah, akhlak, dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, DPRD Ngawi akan aktif dalam pengawasan dan mempertimbangkan penggunaan fungsi anggaran terkait infrastruktur dan edukasi.
“Jika persoalan ini berkaitan dengan kurangnya infrastruktur atau edukasi, kami akan menggunakan fungsi anggaran untuk mengambil langkah perbaikan,” sambung King.
DPRD juga akan mengeksplorasi kemungkinan regulasi yang dapat memperkuat pengawasan di pesantren, terutama bagi yang menerima dukungan anggaran dari pemerintah. Salah satu inisiatif adalah melakukan sosialisasi langsung ke pesantren dengan materi yang relevan.
“Materi ini akan mencakup aturan jam belajar, serta informasi mengenai bahaya narkotika dan HIV,” imbuhnya.
Pada peringatan Hari Santri Nasional, King mengingatkan pentingnya peran santri dalam menjaga nilai keagamaan dan berkontribusi terhadap bangsa. “Hari Santri harus dimaknai sebagai pengingat keseimbangan antara keilmuan, keimanan, dan patriotisme,” katanya.
Dia menilai ketiga unsur tersebut sebagai pilar dalam membentuk generasi penerus yang mampu melanjutkan pembangunan bangsa. Keimanan, menurutnya, penting untuk menjaga akhlak dan moral dalam masyarakat.
Sementara itu, patriotisme adalah bentuk kecintaan terhadap tanah air yang telah dicontohkan oleh santri melalui perjuangan mempertahankan kemerdekaan. King menyebut Resolusi Jihad oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sebagai tonggak sejarah perjuangan santri.
“Ini menunjukkan bahwa setiap warga negara harus siap berkorban untuk bangsa,” ujarnya.
Sekitar 15 ribu santri turut serta dalam apel dan kirab pada puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi. Peserta terdiri dari berbagai pondok pesantren, pelajar, dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan.





