Bupati Lukman Ungkap Strategi Pembangunan Daerah Dengar Aspirasi Pemuda

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus berusaha membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk memastikan arah pembangunan memenuhi kebutuhan dan tantangan masa depan.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyatakan komitmen tersebut saat menerima audiensi Perkumpulan Pemuda dan Mahasiswa Bangkalan di Aula Diponegoro, pada Kamis (22/10/2026).
Pertemuan ini menjadi forum diskusi terbuka dengan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Berbagai isu penting, seperti kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi era industrialisasi dan penanganan bencana kekeringan, dibahas mendalam.
Bupati Lukman mengapresiasi kepedulian pemuda dan mahasiswa yang aktif memantau isu pembangunan daerah. “Setiap kritik, saran, dan aspirasi masyarakat adalah komponen vital untuk menyusun kebijakan publik yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya.
Dia mencatat bahwa menekan tingkat pengangguran dan memperluas lapangan kerja menjadi tantangan utama Bangkalan saat ini. “Percepatan pengembangan sektor industri menjadi langkah strategis untuk menciptakan peluang ekonomi baru demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Lukman.
Ia menambahkan, masalah pengangguran dan ketersediaan lapangan kerja menjadi fokus pemerintah daerah. “Dengan masuknya industri, terbuka peluang kerja bagi masyarakat Bangkalan sekaligus mendorong perputaran ekonomi,” tambahnya.
Lukman juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik. Pemkab Bangkalan juga berkomitmen membangun fondasi ekonomi yang kuat melalui sektor ekonomi produktif.
“Salah satu langkah konkret adalah membangun ekosistem ekonomi terintegrasi yang berbasis potensi lokal,” imbuhnya. Pembangunan industri pengolahan hasil pertanian, seperti penggilingan beras, menjadi prioritas untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Di sisi lain, tantangan bencana kekeringan di wilayah utara Bangkalan juga menjadi perhatian serius. “Pemetaan sumber air potensial dan perluasan jaringan distribusi air bersih akan digenjot untuk solusi jangka panjang,” kata Lukman.
Di bidang pendidikan, Pemkab Bangkalan menargetkan kelayakan fasilitas sekolah tuntas pada tahun 2028. “Sebanyak 180 lembaga pendidikan dijadwalkan menerima program revitalisasi fisik pada tahun 2026 ini,” jelasnya.
Akhirnya, peningkatan kualitas SDM juga diperkuat melalui pendidikan tinggi dengan program Satu Desa Satu Sarjana. “Program ini bertujuan agar generasi muda lokal memiliki daya saing tinggi,” sambung Lukman.





