Deni Wicaksono Ingatkan Warga Jangan Gadaikan Masa Depan Politik

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengingatkan masyarakat untuk tidak mengorbankan masa depan demi imbalan sesaat melalui praktik politik uang. Warga diminta untuk menggunakan hak pilih mereka dengan bijaksana, mempertimbangkan rekam jejak dan kredibilitas calon pemimpin.
Pesan tersebut disampaikan Deni melalui Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi dalam sosialisasi Pendidikan Melek Demokrasi bertema Mewujudkan Pemilih Cerdas dan Berintegritas pada Jumat (23/10/2026) di Trenggalek. Doding menegaskan bahwa setiap warga memiliki hak untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani, dan hak tersebut harus digunakan dengan bijak demi masa depan masyarakat.
“Untuk memilih harus benar-benar sesuai dengan hati nurani. Karena pilihan menentukan masa depan bangsa,” sambung Doding, menyampaikan pesan Deni Wicaksono. Dia juga menekankan pentingnya pendidikan demokrasi dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai hak dan tanggung jawab sebagai pemilih.
Menurut Doding, warga tidak hanya perlu mengenal nama atau popularitas calon, tetapi juga perlu menilai latar belakang dan rekam jejak calon tersebut. Dengan informasi yang lengkap, masyarakat diharapkan mampu membuat keputusan politik yang tidak mudah dipengaruhi imbalan sesaat.
“Harus benar-benar mengerti dan memahami latar belakang sosok. Ini penting karena menyangkut dengan kredibilitas juga,” tutur Doding. Ia juga mengingatkan agar warga tidak mudah terpengaruh oleh praktik politik uang maupun informasi yang menyesatkan.
“Jangan hanya karena imbalan tertentu, masa depan tergadai. Sekali lagi, harus memahami sosok yang bersangkutan,” tegas Doding, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek. Sosialisasi ini juga relevan dengan agenda pemilihan kepala desa (pilkades) yang direncanakan berlangsung pada 2027.
Pilkades menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang akan mendorong pembangunan di tingkat desa. Oleh karena itu, pemahaman terhadap calon dan penggunaan hak pilih yang bertanggung jawab perlu dibangun sejak dini.
Masyarakat diharapkan tidak hanya berpartisipasi saat pemungutan suara, tetapi juga memastikan pilihannya berdasarkan pertimbangan yang matang. Melalui sosialisasi Pendidikan Melek Demokrasi, diharapkan warga menjadi lebih kritis dalam menilai calon dan mampu menjaga integritas dalam proses demokrasi.





