Politik

Doding Rahmadi Dukung Gantangan Perkutut, Kembangkan Ekonomi Lokal

Jakarta, Maret.id — Kegiatan gantangan burung perkutut di Kabupaten Trenggalek dinilai memiliki potensi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal jika dikelola dengan baik. Selain menjadi sarana bagi para penghobi, aktivitas ini dapat membuka peluang usaha baru melalui budidaya perkutut dan kegiatan pendukung lainnya.

Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menyatakan dukungannya terhadap perkembangan gantangan perkutut sebagai inisiatif positif bagi masyarakat. Ia melihat tingginya antusiasme penghobi sebagai modal untuk mengembangkan komunitas sekaligus memaksimalkan potensi ekonominya.

“Gantangan perkutut lokal Trenggalek ini setidaknya menjadi parameter bahwa penghobi atau penggemar perkutut ternyata cukup banyak. Kami dari wakil rakyat mendukung, karena ini menjadi ajang hobi,” tegas Doding.

Aktivitas gantangan belakangan ini sering diadakan di Trenggalek, termasuk di halaman Balai Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan. Puluhan penghobi berkumpul untuk menampilkan kualitas burung perkutut peliharaan mereka.

Perkembangan kegiatan ini juga telah mendorong munculnya klub atau komunitas penghobi perkutut. Doding mengungkapkan bahwa kondisi ini menandakan bahwa hobi memelihara burung perkutut masih memiliki ruang untuk berkembang lebih jauh, termasuk melalui kegiatan budidaya.

Dia menjelaskan bahwa memelihara perkutut dahulu identik dengan kalangan berada dan bangsawan. Namun, seiring berjalannya waktu, hobi ini semakin terbuka bagi berbagai kalangan masyarakat. Beberapa penghobi bahkan mulai merintis usaha pembudidayaan perkutut.

“Jika digarap dengan baik, tentu akan mendatangkan keuntungan. Ini bisa menjadi penggerak ekonomi lokal,” imbuh Doding, yang juga menjabat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek.

Doding menilai bahwa pengembangan gantangan tidak boleh berhenti sebagai sarana untuk menyalurkan hobi semata. Jika dikelola secara berkelanjutan, kegiatan ini dapat mendukung pertumbuhan usaha berbasis komunitas, terutama yang berkaitan dengan budidaya dan kebutuhan para penghobi.

Ia juga mengungkapkan dukungannya terhadap kegiatan positif lainnya dalam masyarakat, tidak hanya gantangan perkutut tetapi juga aktivitas serupa untuk jenis burung lainnya.

Doding berharap bahwa gantangan yang muncul di tingkat lokal dapat terus berkembang dan menarik minat penghobi dari daerah yang lebih luas. Menurutnya, lokasi kegiatan di desa memiliki daya tarik tersendiri bagi komunitas yang ingin berkumpul sambil menyalurkan hobi mereka.

“Lokasi gantangan ini di desa. Kami optimistis ini akan menjadi daya tarik sendiri bagi penghobi burung perkutut,” pungkasnya.

Dengan pengelolaan yang tepat, gantangan perkutut di Trenggalek diharapkan tidak hanya memperkuat komunitas penghobi, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan budidaya serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button