Manuver Destra: Sinyal Harapan untuk Bondowoso

Jakarta, Maret.id — Destra Picatso Prasetya Putra, yang menjabat sebagai Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Bondowoso, telah menjadi panutan bagi warga di wilayahnya. Ia mengambil inisiatif untuk membantu masyarakat dalam pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), menggambarkan komitmennya terhadap politik kerakyatan yang nyata.
Upaya Membantu Warga dalam Pengurusan KTP
Di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bondowoso, suasana pada hari Jumat, 22 Mei 2026, tampak penuh dengan antrean warga. Kelelahan terlihat dari wajah-wajah yang menunggu giliran, namun di tengah keramaian tersebut terlihat Destra dengan senyuman optimis. Ia baru saja menyelesaikan pengurusan KTP untuk seorang temannya yang sudah marah dan putus asa setelah menunggu selama tiga bulan tanpa kepastian.
“Hal ini membuat saya sadar bahwa birokrasi bisa sangat membingungkan dan menguras waktu. Ketika saya mendampingi teman saya, semua itu bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam,” ujarnya dengan semangat. Destra percaya bahwa KTP bukan hanya selembar kertas, tetapi merupakan salah satu pintu untuk memberikan harapan dan akses kepada masyarakat terhadap hak-hak mereka.
Membangun Kepemimpinan Melalui Politisi Muda
Destra tidak hanya berhenti pada pengurusan administrasi. Ia pun melangkah lebih jauh dengan menerima amanah sebagai Ketua PAC, sebuah posisi yang ia pandang bukan sebagai gelar, melainkan sebagai sebuah tanggung jawab. “Saya ingin belajar menjadi pemimpin yang bijak dan berkomitmen pada rakyat,” katanya. Semangat Destra dipicu oleh sosok pemimpin di tingkat kabupaten, seperti Ketua DPC Bondowoso, Sinung, yang dikenal dekat dengan masyarakat.
Setelah resmi dilantik, Destra langsung membangun peta jalan advokasi publik untuk menuntaskan berbagai masalah yang dihadapi warga. Ia berfokus pada pembenahan birokrasi untuk memastikan warga tidak lagi merasa tersesat dalam proses yang rumit. Salah satu prioritasnya adalah mengaktifkan kembali Kartu Indonesia Sehat bagi masyarakat prasejahtera yang sangat membutuhkannya.
Menghadapi Tantangan di Lapangan
Di lapangan, Destra menyadari ada banyak warga yang terjebak dalam keheningan. Banyak di antara mereka yang tidak melanjutkan proses pengurusan KIS bukan karena tidak ingin, tetapi karena merasa terintimidasi. Rasa takut berhadapan dengan petugas layanan publik dan kurangnya informasi membuat mereka tidak berani mengambil langkah. “Kartu KIS yang seharusnya menjadi hak mereka sering kali hanya menjadi sampah di dalam laci,” ungkapnya.
Destra mendapatkan dukungan penuh dari struktur partai. Aan Nurhadi, Wakil Ketua Bidang Politik dan Kebijakan Publik PAC Kota Bondowoso, menegaskan pentingnya kehadiran partai untuk dirasakan oleh masyarakat luas. “Kami tidak hanya ingin duduk manis, tetapi memastikan setiap orang dapat mengakses hak-hak dasar mereka tanpa merasa terintimidasi,” ujar Aan, yang juga aktif dalam berbagai isu kerakyatan.
Destra menganggap setiap KTP yang dicetak dan KIS yang diaktifkan sebagai simbol kecil bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah yang sederhana. Ia bertekad untuk terus berdiri di garis depan dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal sendirian dalam menghadapi tantangan administratif yang ada.
Sebagai seorang pemimpin muda, Destra Picatso menunjukkan bahwa politik tidak hanya soal kursi dan kekuasaan, tetapi juga bagaimana membuat dampak positif bagi masyarakat. Dedikasinya untuk memastikan kepentingan rakyat menjadi prioritas utama adalah sebuah contoh nyata dari politik kerakyatan yang sejati.





