Manuver Kultural: Jawara Tiban Gempur Lampung

Jakarta, Maret.id — Puluhan jawara tiban dari Jawa Timur bertolak menuju Lampung Timur dalam rangka lawatan budaya yang bertujuan mempererat silaturahmi serta persatuan di kalangan pecinta seni tiban. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23-24 Mei 2026 dan menjadi momen penting bagi para seniman untuk saling berinteraksi dan memperkenalkan budaya daerah mereka.
Keberangkatan Jawara Tiban ke Lampung Timur
Suasana di Blitar tampak meriah saat rombongan jawara tiban diberangkatkan. Pembina Paguyuban Tiban Blitar-Tulungagung, Guntur Wahono, menyampaikan bahwa keberangkatan ini tidak hanya sekadar untuk tampil di panggung, tetapi juga untuk menjalin hubungan yang lebih erat antar komunitas seni di Indonesia. “Nawaitu kita berangkat ke sana adalah menjalin silaturahmi,” ungkap Guntur saat melepas rombongan di kediamannya.
Sebanyak 50 jawara tiban berpartisipasi dalam acara ini, datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Blitar, Tulungagung, Kediri, dan Trenggalek. Mereka diberangkatkan menggunakan armada bus menuju Lampung Timur, menciptakan suasana penuh semangat di antara anggota rombongan.
Pesan Kebangkitan Budaya
Dalam sambutannya, Guntur Wahono mengingatkan bahwa para jawara membawa nama besar Jawa Timur dan harus tampil dengan sportifitas. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan memperlihatkan nilai-nilai persaudaraan selama berada di Lampung. “Keberangkatan ini bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi membawa nama besar Kabupaten Blitar dan Jawa Timur,” tegasnya.
Guntur juga menekankan agar segala perbedaan yang mungkin terjadi di arena adu laga diselesaikan dengan bijaksana. “Kalau ada persoalan di arena, selesaikan dengan kepala dingin,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa setiap peserta harus menjaga marwah kesenian tiban.
Makna Tiban dalam Komunitas Budaya
Kesenian tiban bukanlah sekadar pertunjukan fisik, tetapi merupakan perpaduan antara nilai persaudaraan, penghormatan terhadap tradisi, dan ruang untuk saling bertukar budaya antar komunitas. Lawatan budaya ke Lampung Timur kali ini merupakan bukti bahwa seni tradisi tiban masih sangat hidup di tengah masyarakat dan mampu menjangkau berbagai daerah dalam kerangka kekayaan budaya Nusantara.
Acara pentas adu laga ini juga diperkirakan akan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur, sehingga diharapkan dapat memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luar daerah. Keberadaan para jawara tiban di Lampung Timur diharapkan menjadi duta budaya yang tidak hanya memperkenalkan tiban sebagai seni warisan, tetapi juga memperkuat jejaring antar pelaku seni tradisional di seluruh Indonesia.
Melalui inisiatif ini, diharapkan bahwa seni tradisi tiban akan semakin dikenal dan dihargai, serta memberikan kontribusi positif dalam memperkaya khazanah budaya Indonesia.





