Politik

Manuver Budaya Penari Sekar Taji Warnai Pelantikan PDIP

Jakarta, Maret.id — Sanggar Tari Sekar Taji berhasil memukau para tamu yang hadir dalam pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kota Batu. Acara yang berlangsung di Zam-Zam Hotel & Convention pada hari Minggu, 24 Mei 2026 ini menghadirkan nuansa budaya yang sangat kental, di mana denting gamelan dan gerak gemulai penari memberi warna tersendiri.

Penampilan Memukau Sanggar Tari Sekar Taji

Sanggar Tari Sekar Taji yang berasal dari Kelurahan Dadakrejo menyajikan dua tarian tradisional, yaitu Tari Gading Alit dan Tari Mapag Sri. Saat penari mulai menampilkan gerakan yang lincah dan dinamis, sorot mata pengunjung seakan terfokus pada panggung, mengiringi setiap perpindahan yang mengundang tepuk tangan.

Pelatih Sanggar Tari Sekar Taji, Nia, menjelaskan bahwa Tari Gading Alit bercerita tentang remaja putri yang memasuki fase dewasa. “Tari Gading Alit ini mencerminkan ekspresi cinta dan keceriaan dari remaja putri yang sedang beranjak dewasa. Tarian ini memiliki gerakan lincah yang menggambarkan semangat mereka menyambut masa depan dan menarik perhatian orang lain,” ujar Nia.

Makna di Balik Setiap Gerakan

Setiap gerakan dalam tari tersebut tidak hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga menyimpan pesan tentang perjalanan masa muda yang dipenuhi harapan dan optimisme. Setelah penampilan Tari Gading Alit, suasana di panggung berubah menjadi lebih khidmat dengan kehadiran Tari Mapag Sri.

Tari ini memperlihatkan busana tradisional dengan nuansa agraris yang seakan menghidupkan tradisi lokal. Nia menjelaskan, “Tari Mapag Sri menggambarkan prosesi penyambutan Dewi Sri, simbol kesuburan dan kemakmuran masyarakat Jawa. Tarian ini mengandung nilai syukur, gotong royong, serta penghormatan terhadap alam, yang sekaligus bertujuan untuk melestarikan budaya dan menanamkan rasa cinta terhadap tradisi agraris.”

Menjaga dan Menghormati Budaya Lokal

Bagi Sanggar Sekar Taji, penampilan di hadapan kader partai bukan sekadar pertunjukan seni. Panggung pelantikan PAC PDIP Kota Batu ini diartikan sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa budaya lokal masih hidup dan memiliki tempat penting di tengah dinamika politik serta kehidupan modern.

Tari-tarian tersebut menghadirkan nuansa tradisional yang mengingatkan semua orang bahwa budaya dan gotong royong tetap menjadi akar kehidupan masyarakat Jawa Timur. Di tengah arus modernisasi yang kian deras, para penari muda Sanggar Sekar Taji membuktikan bahwa warisan budaya bukan hanya layak dikenang, tetapi juga harus dirawat dan ditampilkan dengan kebanggaan yang tinggi. Acara tersebut mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan merayakan budaya lokal, sekaligus memperkuat tatanan nilai-nilai sosial dalam masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, harapannya adalah generasi mendatang juga akan terus melestarikan kekayaan budaya ini untuk selamanya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button