Politik

Kemenkeu Bentuk ‘Tim 10’, Selidiki Dugaan Pemalsuan Dokumen Ekspor Sawit dan Batu Bara

Jakarta, Maret.id — Direktur Eksekutif Survei dan Polling (SPIN), Igor Dirgantara, menilai terdapat pesan politik tersirat terkait kinerja sejumlah menteri, khususnya Menko Zulhas, di dalam kabinet pemerintahan saat ini. Menurut Igor, Zulhas merupakan salah satu anggota Kabinet Merah Putih yang kerap melakukan blunder dalam melaksanakan tugasnya.

Igor menggarisbawahi, Zulhas telah menghadapi banyak kritik dari publik atas tindakannya, termasuk saat berpose memanggul beras di lokasi bencana banjir bandang di Sumatera Utara awal tahun ini. “Banyak itu blundernya, yang dilakukan Zulhas,” ujarnya di Jakarta pada Minggu, 24 Mei 2026.

Kritik Publik Terhadap Zulhas

Dia juga mengingatkan bahwa masa lalu Zulhas ketika menjabat sebagai Menteri Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menjadi sorotan. Banyak yang menyebutnya sebagai dalang deforestasi yang berkontribusi terhadap bencana di Sumatera. “Kritik yang datang, terutama dalam situasi bencana, sangat mencolok,” imbuhnya.

Lebih jauh, di tengah keadaan yang memprihatinkan, Zulhas justru mempromosikan penggunaan tumbler, yang dianggap publik sebagai tindakan yang tidak peka. Hal ini semakin menambah kemarahan masyarakat yang merasa pemerintah tidak menunjukkan empati dalam menghadapi musibah tersebut.

Peluang Jagat Politik PAN di Pilpres 2029

Igor berpendapat bahwa dengan catatan buruk tersebut, peluang Partai Amanat Nasional (PAN) untuk berkolaborasi dengan Presiden Prabowo dalam Pilpres 2029 tidak akan semulus yang diharapkan. “Maka pupuslah harapan untuk bisa mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029, sebagaimana mengulang duet Gerindra-PAN Prabowo-Hatta Rajasa di 2014,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga mengisyaratkan kemungkinan reshuffle kabinet saat menghadiri acara panen raya udang di Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Dalam sambutannya, Prabowo berterima kasih atas undangan ke Desa Karang Duwur, namun langsung disanggah oleh warga yang mengoreksi lokasi acara sebenarnya berada di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan.

Komentar Prabowo dan Reaksi Publik

Merespons koreksi dari warga, Prabowo dengan nada bercanda mengatakan, “Waduh ini Menko tadi salah nama, perlu direshuffle gak ini kira-kira?” Pertanyaan tersebut mengundang gelak tawa dari masyarakat yang hadir di lokasi.

Dengan kejadian tersebut, adaptasi politik dan respons terhadap kritik menjadi sangat penting bagi para menteri dalam menjalankan tugas di pemerintah. Publik melihat dengan seksama bagaimana langkah-langkah yang diambil oleh pemimpin mereka di tengah berbagai tantangan yang ada.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button