UMBY Adakan Kunjungan Edukasi di MA Madania Bantul

Yogyakarta, Maret.id — Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar kunjungan edukasi, pembinaan, dan survei ke Green House Melon MA Madania Bantul pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Fakultas Agroindustri UMBY dan MA Madania Bantul untuk mengembangkan pertanian terpadu serta menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan siswa.
Tujuan Kunjungan dan Peserta
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Dra. Ummu Aiman, M.Si selaku dosen pembina UMBY; Kepala MA Madania, Anis Fatiha, M.Pd; Wakil Kepala Kurikulum M. Najamuddin Thalib, S.Ag; serta guru dan siswa jurusan Agrobisnis Tanaman (AT) kelas XI MIPA. Tim melakukan survei dan pembinaan di fasilitas Green House Melon sebagai bagian evaluasi dan pengembangan program pelatihan keterampilan pertanian.
Kepala MA Madania, Anis Fatiha, menyatakan kegiatan ini sekaligus berfungsi sebagai motivasi edukatif bagi siswa, terutama jurusan Agrobisnis Tanaman. Menurutnya, sekolah ingin mengubah pola pikir siswa agar tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam pengelolaan dan pengembangan pertanian, khususnya budidaya melon.
Kolaborasi Akademik dan Penguatan Kurikulum
Dosen pembina UMBY, Dra. Ummu Aiman, M.Si, menilai MA Madania Bantul memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pembelajaran pertanian bagi peserta didik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Fakultas Agroindustri UMBY dan MA Madania untuk mewujudkan pertanian terpadu di lingkungan madrasah.
Wakil Kepala Kurikulum, M. Najamuddin Thalib, menjelaskan bahwa program jurusan Agrobisnis Tanaman merupakan bagian yang terintegrasi dalam kurikulum reguler dan program madrasah. Hal ini sejalan dengan SK Kanwil Nomor 436 Tahun 2024 tentang penetapan Madrasah Aliyah Madania Bantul sebagai madrasah dengan penguatan keterampilan, yang menetapkan dua jurusan utama: Agrobisnis Tanaman (AT) dan Agrobisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dari serangkaian kegiatan pembinaan dan pendampingan teknis untuk memperkuat kompetensi siswa serta memperluas peluang kolaborasi antara institusi pendidikan menengah dan perguruan tinggi dalam pengembangan sektor pertanian terpadu.





