Kemen Ekraf dan Garindo Persiapkan Acara INTERFEX 2026 di Solo

Jakarta, Maret.id — Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menjalin kolaborasi strategis dengan Garindo Media Tama untuk memperkuat industri furnitur dan desain interior tanah air. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ekosistem industri kreatif nasional melalui acara Indonesia Interior and Furniture Expo 2026 (INTERFEX), yang direncanakan akan diadakan pada 5 hingga 9 Juli 2026 di Tirtonadi Convention Hall, Surakarta, Jawa Tengah.
Perkuat Pasar Domestik
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan pentingnya penguatan pasar domestik dalam industri kreatif. Dia menyatakan bahwa industri ini harus memiliki keunggulan kompetitif yang jelas agar bisa berkembang secara berkelanjutan.
“Indonesia memiliki pelaku seni kriya yang kuat dengan sentuhan budaya yang membedakannya dari negara lain. Kami perlu mendorong kemampuan ini sehingga industri furnitur dan interior lokal tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga menjadi pilihan utama di pasar domestik,” ujar Irene saat menerima audiensi Garindo Media Tama di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Momentum Diskusi Terbuka
Irene menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh industri furnitur memerlukan kolaborasi dari berbagai elemen. Semua pihak, mulai dari produsen, desainer interior, hingga asosiasi industri mebel, diharapkan dapat berkolaborasi untuk membahas isu-isu yang dihadapi bersama.
“INTERFEX 2026 akan menjadi momentum bagi kita untuk duduk bersama dan mendiskusikan secara jujur tentang persoalan industri furnitur, seperti kualitas produk, kesiapan suplai saat permintaan meningkat, serta ketepatan penyelesaian produk yang dihasilkan. Jika seluruh ekosistem bergerak bersama, pasar domestik yang luas ini bisa menjadi kekuatan utama dengan prinsip gotong royong,” tegasnya.
Harapan untuk Industri Furnitur
Irene mengungkapkan optimisme bahwa pasar domestik akan menjadi kekuatan utama bagi industri furnitur nasional. Semangat gotong royong di antara semua pihak akan mampu memperkuat daya saing produk lokal.
Di sisi lain, Direktur Utama Garindo Media Tama, Dian Eka Yanto, menyatakan bahwa acara INTERFEX akan menawarkan forum dan workshop yang mempertemukan calon pembeli dengan peserta pameran. “Kami berharap calon pembeli berasal dari pasar domestik, sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan lebih nyata oleh pelaku industri furnitur dan interior lokal,” ujarnya.
Meskipun industri mebel domestik menghadapi sejumlah tantangan, seperti kapasitas produksi dan konsistensi kualitas, Dian Eka Yanto juga mencatat adanya peluang besar dalam pemanfaatan limbah untuk menjadi produk furnitur bernilai ekonomi.
INTERFEX 2026 diharapkan dapat menjadi katalis untuk memperkuat daya saing industri furnitur nasional, berdasar pada semangat gotong royong antara pemerintah, sektor swasta, dan asosiasi.
“Kami sangat menghargai respons dari Wakil Menteri Ekraf dan dukungan Kementerian Ekraf untuk berkolaborasi dalam event ini. INTERFEX 2026 merupakan inisiasi penting untuk memperkuat kolaborasi ekosistem pasar domestik dalam memenuhi permintaan industri furnitur. Dengan adanya keselarasan antara pasokan dan permintaan, kita dapat memastikan ekosistem interior dapat berjalan baik,” tutup Dian Eka Yanto.





