Bursa Saham Asia Menguat Jelang Data Ketenagakerjaan AS

Jakarta, Maret.id — Bursa saham Asia dibuka menguat pada Jumat pagi, 4 September 2026, mengikuti tren positif dari penutupan bursa utama Eropa dan Wall Street. Pergerakan positif dipengaruhi penurunan imbal hasil US Treasury setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyatakan kecenderungannya untuk mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen pada rapat bank sentral yang dijadwalkan 15-16 September mendatang. Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan ketenagakerjaan AS untuk Agustus yang dijadwalkan terbit Jumat pagi waktu AS. Data tersebut diperkirakan menunjukkan penambahan 53.000 pekerjaan nonpertanian dengan tingkat pengangguran di angka 4,1 persen, berbalik dari kondisi Juli lalu di mana pasar AS kehilangan 23.000 pekerjaan. Sentimen itu tercermin pada pergerakan beberapa bursa regional pada perdagangan pagi ini. Di Australia, indeks ASX 200 dibuka naik 0,14 persen dan berlanjut menguat 0,1 persen ke posisi 9.028,80 pada pukul 08:15 WIB. Di Korea Selatan, indeks Kospi melaju 1,32 persen yang kemudian menanjak lebih tinggi ke level 6.6732,01, sementara indeks Kosdaq melonjak 1,99 persen. Di Jepang, indeks Nikkei 225 bergerak meningkat 0,80 persen ke posisi 64.732,01 setelah sebelumnya dibuka menguat 0,25 persen, meskipun indeks Topix tercatat melemah 0,46 persen. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.421, menguat dari penutupan sebelumnya di 25.213,31.





