ASDP Tambah Armada Penyeberangan Amankan Arus Pariwisata Bali Jelang Idul Adha!

Jakarta, Maret.id — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menambah armada penyeberangan pada lintasan Ketapang, Banyuwangi–Gilimanuk, Bali dengan mendatangkan KMP Rodhita menjelang libur Idul Adha 1447 Hijriah untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat. Penempatan kapal perbantuan ini dilakukan sebagai langkah operasional untuk mereduksi kemacetan dan memperlancar arus kendaraan dan penumpang selama periode puncak arus mudik dan arus balik.
Penambahan Kapal dan Kapasitas
KMP Rodhita memiliki ukuran 1.236 GT dan kapasitas angkut hingga 58 unit kendaraan kecil atau sekitar 30 unit kendaraan campuran sehingga diharapkan menambah daya angkut lintasan tersebut. Kapal yang sebelumnya beroperasi di lintasan Padangbai, Bali–Lembar, Lombok itu diposisikan kembali untuk memperkuat armada di rute strategis Ketapang–Gilimanuk.
Fokus Operasional dan Koordinasi
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko, menyatakan penambahan armada merupakan bagian dari upaya antisipatif terhadap potensi lonjakan penumpang dan kendaraan, pernyataan tersebut disampaikan pada hari Senin (25/5/2026). Menurut Arief, prioritas utama adalah memastikan distribusi kendaraan tertib dan arus kendaraan tetap bergerak sehingga antrean tidak mengalami stagnasi panjang.
Perkembangan Kondisi Lalu Lintas
Ia melaporkan bahwa kondisi lalu lintas di sekitar Pelabuhan Ketapang telah membaik sejak Minggu siang pada pukul 12.30 WIB ketika antrean kendaraan mulai terurai. Rute utara dari arah Situbondo yang sebelumnya sempat mengalami antrean hingga sekitar Grand Watu Dodol kini kembali normal dengan kendaraan logistik tertampung di area Pelabuhan Bulusan.
Optimalisasi Infrastruktur dan Parkir
ASDP Cabang Ketapang mengoptimalkan fungsi kantong parkir di Pelabuhan Bulusan sebagai bagian dari manajemen rekayasa lalu lintas terpadu, dengan kapasitas menampung hingga 400 unit truk logistik. Pemanfaatan kantong parkir ini dimaksudkan untuk merapikan arus distribusi barang dan mencegah penumpukan kendaraan bermuatan berat di akses masuk pelabuhan.
Penambahan Personel dan Pengaturan Titik Kritis
Terdapat penambahan personel BKO yang disiagakan di titik-titik penting untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak dan tidak mengalami stagnasi panjang. Penempatan personel ini juga berfungsi sebagai penguat koordinasi antara pengelola pelabuhan, otoritas lalu lintas setempat, dan operator kapal guna mempercepat pemrosesan kendaraan masuk dan keluar kapal.
Dampak pada Rantai Pasok dan Pariwisata
Perbaikan kelancaran penyeberangan di rute Ketapang–Gilimanuk berimplikasi langsung pada kontinuitas rantai pasok regional, terutama bagi distribusi barang logistik dan bahan permintaan musiman yang sensitif terhadap keterlambatan. Selain itu, peningkatan daya angkut dan pengaturan arus yang lebih baik diharapkan mendukung mobilitas wisatawan menuju Bali tanpa menimbulkan biaya logistik tambahan akibat antrean panjang.
Imbauan bagi Pengguna Jasa
ASDP mengimbau masyarakat yang akan menyeberang selama libur Idul Adha agar mempersiapkan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan guna mempercepat proses boarding. Pengguna jasa juga diminta memastikan kondisi kendaraan dan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan baik demi keselamatan dan efisiensi operasional selama periode puncak.
Strategi Layanan dan Kesiapan Operasional
Penempatan kapal perbantuan dan manajemen kantong parkir merupakan bagian dari strategi layanan untuk menjaga keandalan frekuensi pelayaran di lintasan yang memiliki beban tinggi pada musim liburan. Upaya ini mencerminkan pendekatan pragmatis operator pelabuhan dalam meminimalkan gangguan layanan dan menjaga stabilitas arus barang serta mobilitas penumpang di salah satu koridor transportasi laut paling sibuk menuju Bali.





