Ekonomi

Dewan Bisnis Indonesia

Jakarta, Maret.id —Presiden Prabowo Subianto menghadiri Forum CEO Indonesia-Prancis bersama Presiden Emmanuel Macron pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat dan dalam kesempatan itu diluncurkan dewan bisnis France-Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC).

Peluncuran dan Struktur FI-HLBC

Menurut akun resmi Presiden @presidenrepublikindonesia, FI-HLBC merupakan dewan bisnis yang dibentuk oleh Kadin Indonesia bersama MEDEF International sebagai wadah kerja sama bilateral di tingkat korporasi. Dewan ini dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha besar kedua negara dan memfasilitasi dialog strategis antara sektor swasta dan pemerintah.

FI-HLBC menetapkan target peningkatan perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada tahun 2035 sebagai salah satu tujuan jangka panjangnya. Target ini menjadi indikator ambisius yang akan menjadi tolok ukur bagi aktivitas promosi perdagangan dan investasi kedua negara.

Keikutsertaan Pelaku Bisnis Besar

Forum tersebut dihadiri oleh sejumlah konglomerat Indonesia, termasuk Anindya Bakrie, James Riady, Boy Thohir, dan Tony Wenas yang tercatat hadir dalam pertemuan tingkat tinggi ini. Kehadiran para pemimpin bisnis tersebut mencerminkan fokus pada keterlibatan korporasi besar dalam inisiatif yang menargetkan proyek-proyek bernilai tinggi dan jangka panjang.

Selain delegasi bisnis, forum juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan strategi korporasi untuk membuka peluang investasi baru. Bendera Merah Putih tampak berkibar di Paris sebagai simbol kehadiran dan intensifikasi hubungan ekonomi antara kedua negara.

Komitmen terhadap Perdagangan dan Investasi

Akun resmi presiden menyatakan bahwa “(Dewan ini) akan menjadi wadah untuk memperkuat perdagangan, memfasilitasi investasi, serta mengidentifikasi peluang kerja sama ekonomi jangka panjang di berbagai sektor prioritas,” tulis akun tersebut, Jumat (29/5/2026). Pernyataan ini menegaskan fokus FI-HLBC pada fasilitasi realisasi proyek dan penguatan jaringan bisnis bilateral.

Dewan Bisnis FI-HLBC juga menyatakan komitmen untuk mendorong realisasi nota kesepahaman dan kerja sama secara optimal sekaligus memperkuat koridor ekonomi Indonesia-Prancis. Komitmen tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk menindaklanjuti perjanjian awal dan mempercepat proses investasi lintas negara.

Kehadiran dewan ini berpotensi mempercepat identifikasi proyek prioritas yang membutuhkan dukungan regulasi, pembiayaan, dan kemitraan strategis. Bagi investor dan pelaku industri, mekanisme semacam FI-HLBC dapat menjadi kanal untuk mempercepat pembentukan konsorsium serta penyelesaian hambatan administrasi.

Penting dicatat bahwa target tiga kali lipat perdagangan pada 2035 menempatkan tekanan pada pembukaan akses pasar, peningkatan kapasitas ekspor, dan aliansi strategis antarperusahaan. Realisasi target tersebut akan membutuhkan koordinasi lintas sektor pemerintah dan swasta serta keberlanjutan program promosi perdagangan.

Langkah pembentukan FI-HLBC sekaligus memperkuat pijakan diplomasi ekonomi kedua negara dan membuka ruang bagi pembicaraan investasi yang lebih konkret di masa mendatang. Aktivitas lanjutan dewan dan implementasi nota kesepahaman akan menjadi indikator utama bagi pelaku pasar dalam menilai peluang dan risiko investasi di koridor ekonomi Indonesia-Prancis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button