KA Cikuray Mencatat 2.226.342 Pelanggan Sejak 2022

Jakarta, Maret.id — Kereta Api Cikuray telah melayani 2.226.342 pelanggan sejak tahun 2022 hingga April 2026. Layanan transportasi massal ini terus menjadi pilihan utama masyarakat yang melakukan perjalanan dari Jawa Barat menuju ibu kota, Jakarta.
Pertumbuhan Penumpang yang Signifikan
Kenaikan jumlah penumpang untuk kereta subsidi ini menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif setiap tahunnya. Masyarakat semakin meminati layanan kereta api ekonomi ini sebagai sarana mobilitas sehari-hari mereka.
Kereta Api Indonesia (KAI) baru-baru ini merilis data statistik mengenai perkembangan angkutan penumpang ini pada Sabtu, 30 Mei 2026. Melalui program subsidi pemerintah, KAI menawarkan tarif perjalanan terjauh di rute ini dengan harga terjangkau sebesar Rp45.000.
Dukungan dari Pemerintah
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan berperan aktif dalam mengoperasikan layanan transportasi murah ini untuk membantu masyarakat. Selain pekerja, kereta ekonomi ini juga digunakan oleh pelajar dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang perlu melakukan perjalanan untuk kegiatan sehari-hari.
“KA Cikuray menghubungkan banyak cerita dalam satu perjalanan. Ada pelajar yang berangkat ke kota besar seperti Jakarta untuk menuntut ilmu, pekerja yang menuju tempat aktivitasnya, hingga wisatawan yang ingin menikmati keindahan Garut dengan tarif yang terjangkau,” ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Peningkatan Jumlah Penumpang
Peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan relasi Garut menuju Pasar Senen mencapai 272.648 orang, meningkat dari 157.735 orang pada tahun sebelumnya. Jumlah tersebut terus bertambah dan mencapai 313.926 pelanggan pada tahun 2025.
Di sisi lain, relasi sebaliknya mencatatkan kenaikan dari 135.530 orang menjadi 242.119 orang. Dengan pertumbuhan itu, angka pengguna relasi Pasar Senen menuju Garut mencapai 301.797 pelanggan di tahun 2025. KAI juga mencatat perjalanan sebanyak 211.498 pelanggan sepanjang periode bulan Januari hingga April 2026, yang terbagi hampir merata untuk kedua rute perjalanan kereta api ekonomi bersubsidi ini.
Anne Purba menegaskan pentingnya konektivitas transportasi antara daerah penghasil komoditas dan kota tujuan ekonomi. Dia menyatakan bahwa kemudahan akses pasar akan memberikan banyak manfaat bagi petani lokal.
“Ketika hasil bumi dari daerah dapat menjangkau lebih banyak wilayah, manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat luas. Petani memiliki akses pasar yang semakin luas, pedagang mendapat lebih banyak pilihan, dan masyarakat dapat memperoleh produk segar dari berbagai daerah,” ungkapnya.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menambahkan bahwa kereta api selalu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. “Seiring dengan berkembangnya aktivitas masyarakat dan perekonomian di berbagai daerah, peluang untuk meningkatkan manfaat transportasi juga akan terus terbuka,” ujarnya.
Dengan demikian, pelayanan Kereta Api Cikuray bukan hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan konektivitas ekonomi di wilayah, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.





