Pemkab Aceh Selatan Genjot Promosi Wisata Alam, Dorong Pendapatan Pariwisata Melesat!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Pariwisata memperkuat promosi destinasi wisata alam sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendongkrak kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Muchsin menyatakan bahwa intensifikasi promosi ditempuh untuk memperluas pengenalan produk wisata daerah sekaligus meningkatkan arus kunjungan ke Kabupaten Aceh Selatan. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir barat selatan Provinsi Aceh.
Strategi Promosi dan Produk Unggulan
Pemkab memfokuskan promosi pada sejumlah objek wisata alam yang memiliki potensi untuk menarik wisatawan nusantara dan mancanegara, termasuk destinasi Tuantapa, Gua Kalam, serta Air Terjun Tingkat Tujuh yang semua berada di Kecamatan Tapaktuan. Pendekatan promosi diarahkan pada pengemasan produk wisata yang lebih menarik dan peningkatan visibilitas melalui kegiatan pemasaran terpadu.
Selain tiga destinasi tersebut, Dinas Pariwisata juga menyoroti Bivak Belanda di Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan, sebagai bagian dari paket sejarah dan alam yang dapat dikembangkan. Di sektor bahari, Pulau Dua di Kecamatan Bakongan dan Pantai SSB di Labuhanhaji disebut sebagai lokasi strategis yang potensial untuk meningkatkan kunjungan wisata pantai.
Pengembangan Produk dan Wisata Kuliner
Destinasi lain yang menjadi fokus promosi meliputi Pantai Pasir Putih di Kecamatan Meukek dan Pantai Cemara Indah di Pasie Raja, serta atraksi wisata kuliner laut di Gampong Lhokrukam, Kecamatan Tapaktuan, yang dipandang dapat menambah ragam pengalaman bagi pengunjung. Pemerintah daerah menempatkan pengembangan produk wisata kuliner dan bahari sebagai komplementer terhadap wisata alam untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan pengeluaran lokal.
Muchsin menegaskan bahwa program promosi tidak berdiri sendiri melainkan diiringi upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan obyek wisata. Keterlibatan masyarakat diarahkan agar warga setempat mengambil peran aktif dalam konservasi, pelayanan, dan pengembangan destinasi sehingga muncul rasa tanggung jawab kolektif terhadap keberlanjutan sektor pariwisata.
Pengelola Wisata dan Standar Pelayanan
Dinas Pariwisata mengimbau seluruh pengelola tempat wisata di kabupaten tersebut untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung sebagai bagian dari strategi peningkatan kompetitivitas destinasi. Muchsin meminta agar suasana di lokasi wisata tetap kondusif melalui pemeliharaan keamanan dan kenyamanan sehingga kunjungan wisatawan dapat meningkat secara berkelanjutan.
Penekanan pada standar pelayanan juga mencakup kemampuan pengelola dalam memberikan informasi, fasilitas dasar, dan pengelolaan sampah yang memadai demi menjaga citra destinasi. Aspek pengelolaan ramah lingkungan serta penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal menjadi bagian penting dalam upaya membangun destinasi yang berkelanjutan.
Dari perspektif ekonomi, peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi mendorong perputaran ekonomi lokal melalui penciptaan peluang usaha mikro, kecil, dan menengah, serta lapangan kerja di sektor hospitality dan jasa terkait. Untuk mewujudkan efek pengganda tersebut, diperlukan sinergi antar-pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas lokal dalam hal investasi infrastruktur, promosi, dan peningkatan kualitas layanan.
Pemkab Aceh Selatan dipandang perlu mengintensifkan koordinasi lintas sektor, penguatan strategi pemasaran digital, serta pembinaan terhadap pelaku usaha pariwisata agar program promosi yang digencarkan dapat berujung pada peningkatan kunjungan yang nyata. Upaya berkelanjutan dalam pengembangan produk, pelayanan, dan infrastruktur diharapkan mampu menjadikan Aceh Selatan sebagai destinasi yang semakin kompetitif di tingkat regional.





