Teddy Desak Dino Beri Masukan Tanpa Merusak Prestasi Diplomasi Prabowo!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia melalui Jubir Teddy Lhaksmana menegaskan bahwa mereka terbuka terhadap kritik dan masukan. Namun, dia meminta agar penilaian tersebut tidak mengaburkan capaian yang telah diraih melalui diplomasi yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pencapaian Diplomasi Indonesia
Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet pada Selasa, 2 Juni 2026, Teddy mencatat pentingnya hasil konkret dari langkah-langkah diplomasi untuk dipertimbangkan oleh publik. “Ruangan untuk setiap masukan tentu kita terima. Tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai,” ungkapnya.
Teddy melanjutkan dengan memaparkan sejumlah pencapaian strategis dalam satu setengah tahun terakhir. Di antara prestasi tersebut adalah keberhasilan Indonesia bergabung dengan BRICS yang dianggapnya berkontribusi besar terhadap ketahanan nasional di tengah gejolak global saat ini. “Di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik, stok pangan juga aman,” jelasnya.
Perjanjian Perdagangan dan Investasi
Lebih lanjut, Teddy menyoroti keberhasilan menyelesaikan perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa setelah bertahun-tahun negosiasi yang akhirnya dapat direalisasikan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo. Selain itu, dia mengungkapkan bahwa investasi yang masuk ke Indonesia dalam satu setengah tahun terakhir mencapai sekitar Rp2.430 triliun.
“Sebagai bukti konkret, kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan bulan lalu langsung menghasilkan komitmen investasi baru senilai Rp575 triliun,” tambahnya. Hal ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam hal ekonomi dan investasi, yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pembuktian Diplomasi di Berbagai Sektor
Dalam penjelasannya, Teddy juga menekankan penguatan sektor pertahanan, kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, dan kontribusi Indonesia dalam membantu Palestina sebagai bukti efektivitas dari diplomasi yang dijalankan oleh Presiden Prabowo. Indonesia telah berhasil mengirimkan bantuan logistik melalui jalur udara dan membuka akses pendidikan bagi anak-anak Palestina di berbagai perguruan tinggi dalam negeri.
Teddy menegaskan keberhasilan memulangkan warga negara Indonesia yang sempat diamankan oleh otoritas Israel di laut bebas sebagai contoh konkret bahwa diplomasi tidak selalu terlihat di ruang publik, tetapi memberikan manfaat nyata bagi kepentingan nasional. “Ingat, ini adalah hasil konkret nyata satu setengah tahun terakhir. Semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dengan berbagai cara, baik yang dipublikasikan maupun tidak,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dino Patti Djalal juga mengamati bahwa intensitas perjalanan luar negeri Presiden Prabowo selama menjabat tergolong sangat tinggi. Dalam pernyataannya melalui akun X, Dino menyebut bahwa presiden menghabiskan satu dari enam hari masa jabatannya di luar negeri, serta menyoroti besarnya biaya yang diperlukan untuk setiap lawatan.





