Ekonomi

KAI Memperkuat Jaringan Listrik pada Jalur Rangkasbitung untuk Mengatasi Okupansi 161 Persen

Jakarta, Maret.id — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas operasional pada rute Rangkasbitung. Hal ini dilatarbelakangi oleh tingkat okupansi yang mencapai 161 persen, yang memicu perlunya penguatan sistem kelistrikan serta modernisasi infrastruktur jalur kereta.

Peningkatan Kapasitas Daya Listrik dan Sistem Persinyalan

Pihak KAI mencatat bahwa jumlah penumpang di rute Rangkasbitung selama tahun 2025 mencapai 77.552.716 orang. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa tingginya tingkat kepadatan ini disebabkan oleh keterbatasan sarana dan infrastruktur yang ada saat ini. Upaya ini menjadi sangat penting untuk mengantisipasi pertumbuhan pengguna layanan komuter yang terus meningkat.

Sebagai langkah awal, KAI akan menambahkan sebelas gardu traksi untuk memperkuat pasokan daya listrik di jalur tersebut. Penguatan ini diharapkan dapat mendukung operasional rangkaian yang akan menggunakan stamformasi 12 kereta. Saat ini, sistem kelistrikan di lintas Rangkasbitung hanya memiliki daya 3.000 volt, sementara rute Bogor sudah dilengkapi dengan kemampuan 4.000 volt.

Modernisasi Persinyalan untuk Meningkatkan Frekuensi Perjalanan

Selain kuatnya sistem kelistrikan, KAI juga melakukan modernisasi pada sistem persinyalan untuk meningkatkan frekuensi perjalanan kereta. Sistem persinyalan yang kini digunakan bersifat blok tertutup, yang membatasi pergerakan kereta di satu lintasan. Dengan modifikasi ini, waktu tunggu kereta di setiap stasiun diharapkan dapat dipangkas, sehingga penumpang dapat merasakan distribusi layanan yang lebih merata.

Bobby Rasyidin menekankan bahwa langkah-langkah ini diperlukan agar kapasitas angkut dapat meningkat. “Dengan memastikan sistem persinyalan dan daya listrik berjalan optimal, kita dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ungkapnya dalam konferensi pers.

Proyek Investasi Jangka Panjang untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang. Modernisasi infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan wilayah penyangga di barat Jakarta. Kolaborasi yang dilakukan antara KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan adalah fondasi penting dalam mengembangkan layanan Commuter Line Rangkasbitung.

“Melalui penguatan infrastruktur dan sistem operasi yang dilakukan secara bertahap, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas layanan sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang semakin nyaman dan andal,” jelas Anne.

Dengan langkah ini, KAI berharap dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pengguna jasa transportasi, sekaligus mendukung mobilitas yang efisien di kawasan Jabodetabek.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button