Dunia

Iran, Oman Tegaskan Kelola Selat Hormuz sesuai Hukum Internasional; Waspada Anjlok Minyak!

Jakarta, Maret.id — Iran menegaskan akan mengelola Selat Hormuz bersama Oman sesuai dengan hukum internasional, kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah IRIB pada Kamis (4/6/2026). Pernyataan tersebut, yang mengutip laporan stasiun televisi Lebanon Al Mayadeen, menegaskan posisi Tehran terkait pengelolaan jalur perairan strategis tersebut.

Klaim Hak dan Koordinasi Bilateral

Araghchi menyatakan bahwa Iran dan Oman, sebagai dua negara yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz, memiliki “hak alami” untuk berkoordinasi dan mengambil keputusan mengenai pengelolaan selat. Menlu Iran menegaskan bahwa inisiatif bilateral tersebut dimaksudkan untuk merumuskan mekanisme yang memastikan keselamatan pelayaran sesuai ketentuan hukum maritim internasional.

Dialog dengan Negara-Negara Teluk

Meski menekankan peran bersama Iran dan Oman, Araghchi mengatakan Tehran tetap membuka komunikasi dengan negara-negara Teluk lain untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan terbaru di perairan ini. Ia menegaskan bahwa konsultasi regional akan dilaksanakan, namun keputusan akhir terkait tata kelola selat akan ditetapkan oleh Iran dan Oman sebagai pihak yang langsung berkepentingan.

Peran Hukum Internasional dan Keamanan Maritim

Menurut pernyataan resmi, tujuan utama koordinasi tersebut adalah memastikan jalur yang aman bagi semua kapal yang melintasi Selat Hormuz, selaras dengan norma dan hukum internasional yang mengatur pelayaran. Pernyataan itu juga menyinggung perlunya mekanisme keamanan yang mengurangi risiko gangguan terhadap arus perdagangan serta pasokan energi global.

Komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi

Araghchi menyebutkan bahwa komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei terus berlangsung dan arahan-arahan yang diberikan telah diterima serta dilaksanakan tepat waktu. Dalam siaran yang sama, Menlu Iran mengklaim adanya konsensus nasional yang luas seputar kepemimpinan negara dan menyatakan bahwa urusan pemerintahan berjalan ke arah yang baik.

Implikasi Regional dan Internasional

Analisis singkat menyebutkan bahwa pendekatan bilateral Iran-Oman berpotensi mengubah dinamika pengelolaan lalu lintas maritim di kawasan, khususnya jika negara-negara pesisir lain memilih untuk menanggapi inisiatif tersebut. Pernyataan resmi Tehran diperkirakan akan mendapat perhatian dari komunitas internasional mengingat posisi strategis Selat Hormuz sebagai jalur utama ekspor minyak dan barang global.

Keterangan Menlu Iran ini muncul di tengah ketegangan berkepanjangan yang sebelumnya sempat menyorot keamanan perairan regional, sehingga setiap langkah baru dalam tata kelola selat kemungkinan akan diawasi ketat oleh pelaku industri perkapalan dan pemerintah asing. Pemerintah Iran menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil bertumpu pada prinsip-prinsip hukum internasional dan aspirasi untuk menjaga stabilitas maritim secara lebih luas.

Pernyataan resmi Tehran dan upaya koordinasi dengan Oman akan menjadi salah satu titik pantau penting dalam perkembangan geopolitik kawasan, terutama bila diwujudkan melalui perjanjian atau mekanisme operasional yang konkret. Kepastian lebih lanjut diharapkan muncul dari dialog lanjutan antara pihak terkait dan reaksi negara-negara yang memiliki kepentingan maritim di Selat Hormuz.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button