Evaluasi Kinerja Pemerintah Berdasarkan Manfaat Nyata, Bukan Medsos!

Jakarta, Maret.id — Ketua Umum Garda Indonesia Visioner (GIV), Faqih, mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak dalam opini yang berkembang di media sosial maupun narasi politik yang dapat memicu polarisasi di tengah masyarakat. Dalam acara “Bincang Visioner: Apresiasi Masyarakat terhadap Kepemimpinan Presiden Prabowo” yang diselenggarakan di Jakarta baru-baru ini, ia menekankan bahwa mengelola negara sebesar Indonesia dengan kompleksitas permasalahannya bukanlah hal yang dapat dicapai dalam waktu singkat.
Pentingnya Evaluasi Kebijakan
Faqih menegaskan bahwa kunci utama dalam menilai kinerja pemerintah terletak pada arah kebijakan, realisasi kerja, dan dampak nyata yang dirasakan oleh rakyat. “Sering kali kita terlalu cepat menyimpulkan kegagalan hanya dari potongan video, judul provokatif, atau narasi yang sengaja diciptakan untuk menjatuhkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa rapor pemerintah seharusnya diukur berdasarkan dampak nyata di masyarakat, bukan dari keramaian di kolom komentar media sosial.
Dalam pandangannya, memberikan apresiasi terhadap kebijakan yang baik bukan berarti menjadi pendukung buta. Kritik menjadi elemen penting dalam demokrasi, asalkan disampaikan secara konstruktif. “Kritik yang sehat itu beda jauh dengan kebencian yang membabi buta,” tegasnya. Faqih menilai bahwa kritik yang disertai solusi dan tujuan untuk memperbaiki keadaan merupakan bagian integral dari partisipasi masyarakat dalam pemerintahan.
Fokus Pemerintahan Prabowo Subianto
Saat ini, Faqih melihat pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah berkomitmen untuk mencapai target pembangunan melalui visi Asta Cita. Ia menyebutkan bahwa fokus program yang dijalankan termasuk penguatan ekonomi, kesejahteraan sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketahanan pangan, serta penguatan sektor pertahanan negara.
Ia menyadari bahwa hasil yang dicapai tidak akan sempurna dalam waktu singkat. Namun, komitmen dan langkah konkret untuk mengatasi masalah-masalah yang telah ada sejak lama harus dijadikan landasan apresiasi. “Di dunia ini, tidak ada keputusan yang bisa memuaskan semua orang. Tapi jika manfaatnya jauh lebih besar bagi rakyat, artinya pemerintah sudah berjalan di trek yang benar,” jelasnya.
Mendorong Kolaborasi untuk Masyarakat
Sejumlah program strategis yang menjadi sorotan Faqih meliputi stabilitas ekonomi, hilirisasi industri, investasi yang membuka lapangan kerja, dan penguatan pangan serta pertahanan. Ia menggarisbawahi pentingnya memberikan ruang bagi pemerintah untuk bekerja, sembari tetap mengawal agar kebijakan tidak menyimpang dari kepentingan rakyat.
Menutup pernyataannya, Faqih mengajak semua pihak untuk melupakan rivalitas pemilu yang lalu dan bersatu demi Indonesia yang lebih maju. “Demokrasi yang sehat membutuhkan kedewasaan, tahu kapan harus mengkritik, dan kapan harus mengapresiasi,” imbuhnya. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap kebijakan yang baik adalah bentuk kepedulian terhadap stabilitas negara. “Pada akhirnya, yang paling penting bukan siapa presidennya, tetapi apakah rakyat merasakan manfaatnya. Jika iya, kita harus jujur mengakuinya,” tutupnya.





