Said Iqbal Masuk Istana, Tegaskan Perjuangan Buruh dari Dalam!

Jakarta, Maret.id — Said Iqbal, seorang tokoh buruh terkemuka, baru-baru ini menyatakan bahwa keputusannya untuk menerima jabatan sebagai penasihat khusus Presiden Prabowo Subianto bukanlah langkah yang diambil secara terburu-buru. Ia mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil dari serangkaian diskusi yang mendalam dengan jajaran Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan berbagai elemen buruh.
Kolaborasi untuk Keseimbangan
Said Iqbal menekankan pentingnya berjuang dari dalam pemerintahan. Ia mengamati bahwa aspirasi kalangan pemilik modal cenderung lebih mendominasi dalam proses pengambilan keputusan pemerintah. Kehadirannya di Istana diharapkan dapat menjadi jembatan bagi suara kaum pekerja agar lebih mendapat perhatian dalam setiap perumusan kebijakan strategis.
“Saya memberanikan diri untuk berikhtiar dan berijtihad, agar dapat memberikan keseimbangan terhadap perjuangan kaum buruh,” tegas Iqbal. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk mengadvokasi kepentingan pekerja sambil tetap berada dalam lingkup pemerintahan.
Perjuangan Kaum Buruh Tetap Berlanjut
Meski saat ini ia menjadi bagian dari pemerintahan, Iqbal menegaskan bahwa perjuangan kaum buruh tidak akan kehilangan daya kritisnya. Ia menyadari bahwa menjaga jarak kritis merupakan hal yang penting untuk memastikan bahwa kepentingan buruh tetap terjaga di tengah kebijakan-kebijakan yang diambil.
Ketika ditanya mengenai agenda utama yang dititipkan oleh kalangan pekerja kepadanya, Iqbal menegaskan bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan adalah prioritas yang akan terus diperjuangkan. “RUU Ketenagakerjaan. RUU Ketenagakerjaan,” pungkasnya dengan penekanan.
Mendengarkan Aspirasi Pekerja
Dalam pandangannya, keberadaan Iqbal di kursi penasihat khusus membawa harapan baru bagi kaum pekerja. Ia berkomitmen untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan mereka, serta menyuarakannya di tingkat pemerintah. Upaya ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara kebijakan yang ada dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Dengan latar belakang dan pengalaman yang dimiliki, Said Iqbal bertekad untuk berkontribusi dalam menciptakan kebijakan yang lebih adil dan berpihak kepada buruh. Ia berharap dapat menciptakan ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan kalangan pekerja untuk memastikan bahwa semua suara terdengar dan diperhitungkan.





