Pengamat Penerbangan Nilai Revisi TBA Stabilkan Harga Tiket!

Jakarta, Maret.id — Pengamat penerbangan Alvin Lie menyatakan bahwa upaya pemerintah untuk menyesuaikan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat merupakan kebijakan yang tepat.
Dasar Pertimbangan Revisi TBA
Alvin menilai regulasi TBA saat ini sudah berusia sekitar tujuh tahun sehingga tidak lagi mencerminkan realitas biaya yang dihadapi maskapai penerbangan. Menurutnya pembaruan kebijakan diperlukan agar struktur tarif mengikuti perubahan kondisi ekonomi dan operasional industri penerbangan.
Ketidaksesuaian Struktur Tarif
Pengamat tersebut menjelaskan bahwa struktur tarif yang digunakan selama ini masih mengacu pada asumsi ekonomi yang jauh berbeda dengan kondisi di lapangan. Ketidaksesuaian tersebut berdampak pada kemampuan maskapai untuk menutup biaya operasi secara berkelanjutan.
Peran Fuel Surcharge
Alvin menegaskan bahwa selama ini maskapai banyak mengandalkan instrumen fuel surcharge untuk membantu menutup kenaikan biaya operasional. Ia menambahkan bahwa seharusnya fuel surcharge hanya digunakan untuk kondisi tertentu saat terjadi gejolak harga bahan bakar penerbangan atau avtur.
Tekanan Biaya Operasional
Menurut penjelasannya, maskapai saat ini terus menghadapi berbagai tekanan biaya operasional yang terus meningkat yang memengaruhi struktur biaya unit. Penyesuaian TBA diharapkan dapat memberikan ruang bagi maskapai untuk menata tarif yang lebih mencerminkan beban biaya aktual.
Proses Kebijakan di Kementerian Perhubungan
Revisi TBA saat ini sedang berproses di Kementerian Perhubungan dan menjadi perhatian pelaku industri serta pemangku kepentingan terkait. Alvin menilai bahwa proses revisi harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan operasional maskapai sekaligus perlindungan konsumen.
Alvin juga menyoroti pentingnya transparansi dalam perumusan formula TBA agar perubahan kebijakan mudah dipahami oleh publik dan industri. Dengan formula yang lebih terukur, diharapkan volatilitas penyesuaian tarif dapat diminimalkan dan mekanisme kompensasi biaya menjadi lebih jelas bagi seluruh pihak terkait.
Perubahan regulasi TBA, menurut pengamat, bukan semata soal menaikkan atau menurunkan tarif secara ad hoc tetapi lebih pada upaya menciptakan kerangka tarif yang responsif terhadap dinamika biaya. Kebijakan yang diperbarui diharapkan mendukung operasi maskapai yang lebih sehat dan berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang.





