Menkeu Purbaya Tegaskan Strategi Genjot Pertumbuhan Lebih Tinggi 2027!

Jakarta, Maret.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan sejumlah strategi yang akan ditempuh pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi pada 2027. Pernyataan itu disampaikan sebagai bagian dari fase transisi menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.
Purbaya menekankan bahwa percepatan pertumbuhan pada 2027 merupakan fondasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan di kompleks parlemen, Senayan, Selasa (9/6/2026).
Sinergi Kebijakan Makro
Menurut Purbaya, strategi pertama yang diutamakan adalah memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar dapat saling mendukung dalam mendorong aktivitas ekonomi nasional. Sinergi ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan dan memperkuat daya tahan ekonomi terhadap guncangan eksternal.
Pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas makro melalui pengendalian inflasi dan stabilitas harga yang lebih terjaga. Kombinasi kebijakan tersebut diharapkan memperkuat kepercayaan pelaku usaha dan konsumen sekaligus mendukung konsumsi rumah tangga.
Percepatan Investasi Bernilai Tambah
Salah satu fokus kebijakan adalah mempercepat investasi bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor, dengan peran aktif Badan Pengelola Investasi Danantara untuk mendorong investasi produktif di sektor-sektor strategis. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasar global dan meningkatkan serapan tenaga kerja berkeahlian lebih baik dan upah lebih tinggi.
Purbaya menjelaskan bahwa investasi diarahkan pada sektor-sektor yang mampu menciptakan multiplier effect dan meningkatkan kapasitas ekspor nasional. Dukungan kebijakan insentif dan fasilitasi perizinan menjadi bagian dari upaya mempercepat realisasi proyek-proyek tersebut.
Perlindungan Sosial dan Daya Beli
Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat melalui peningkatan efektivitas program perlindungan sosial, stabilitas harga, pengendalian inflasi, serta perluasan kesempatan kerja. Penekanan ini dimaksudkan untuk memastikan pertumbuhan inklusif yang menjangkau kelompok rentan dan memperkuat permintaan domestik.
Purbaya menegaskan bahwa upaya pengendalian inflasi dan program perlindungan sosial dirancang agar bukan hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Efektivitas program-program tersebut dinilai krusial untuk menopang konsumsi rumah tangga dalam jangka menengah.
Optimalisasi Program Prioritas
Menteri Keuangan menyoroti pentingnya optimalisasi program prioritas pemerintah agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk program makan bergizi gratis (MBG), koperasi desa kelurahan merah putih, dan sekolah rakyat. Peningkatan kualitas pelaksanaan program-program ini diharapkan menyertakan efek pengganda yang luas bagi ekonomi lokal.
Pelaksanaan program-program prioritas tersebut diarahkan untuk menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Purbaya menyatakan bahwa program yang efektif akan mempercepat perputaran ekonomi, menggerakkan sektor riil, meningkatkan konsumsi, dan menarik investasi yang mendukung laju pertumbuhan lebih tinggi.
Pemerintah akan terus memantau implementasi kebijakan dan program untuk memastikan target pertumbuhan yang lebih ambisius pada 2027 dapat dicapai sebagai pijakan menuju target 8 persen pada 2029. Upaya koordinasi antar-institusi menjadi kunci dalam memastikan bahwa kebijakan fiskal, moneter, dan program-program prioritas berjalan selaras demi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.





