KAI Menargetkan Pendapatan Non

Jakarta, Maret.id — PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan untuk meraih pendapatan non-angkutan sebesar Rp320 miliar. Dalam langkah untuk mencapai target tersebut, manajemen KAI baru saja meluncurkan platform digital yang dinamakan Space by KAI, yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset properti perusahaan.
Inovasi Digital untuk Optimalisasi Aset
Sistem digital ini dirancang untuk mempermudah pelaku usaha dalam mengakses informasi mengenai lahan strategis untuk keperluan komersial. Integrasi teknologi tersebut diharapkan dapat memaksimalkan potensi ekonomi dari jutaan penumpang yang menggunakan jasa transportasi kereta api.
Anne Purba, Wakil Presiden (VP) Komunikasi Perusahaan KAI, mengungkapkan bahwa platform ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting bagi struktur keuangan perusahaan secara keseluruhan. “Space by KAI ini akan diintegrasikan dengan Access by KAI. Sehingga, industri perkeretaapian ini juga bisa mengembangkan bisnis yang non-farebox,” ungkapnya saat peluncuran pada Rabu, 10 Juni 2026.
Peningkatan Kemandirian Finansial
Dikatakan Anne, langkah ini akan meningkatkan kemandirian finansial KAI melalui ekosistem bisnis modern. Perusahaan fokus untuk menawarkan aset pada lahan strategis yang memiliki nilai ekonomis tinggi. “Dalam satu tahun, kami melayani 500 juta penumpang, dan ini sangat potensial untuk bisnis di ekosistem aset KAI,” tambahnya.
Sementara itu, Zuhril Alim, Executive Vice President (EVP) Penjualan KAI menambahkan bahwa seluruh aset yang dimasukkan dalam katalog elektronik telah melalui proses penyaringan yang ketat untuk memastikan bebas dari masalah hukum. “Prinsipnya, kami sedang meluncurkan platform baru yang memudahkan interaksi antara KAI sebagai pemilik aset dan para pemilik pasar captive, yang mencapai 500 juta dalam setahun,” jelasnya.
Target Pendapatan dan Pertumbuhan Berkelanjutan
Menurut Zuhril, katalog elektronik tersebut hanya menampilkan daftar properti pilihan yang sudah melewati pemeriksaan legalitas mendalam. Fokus dari penyediaan platform ini adalah untuk memberikan kemudahan akses bagi para pengusaha untuk berinvestasi. “Kami menargetkan pendapatan di angka Rp320 miliar untuk tahun ini, dengan harapan pertumbuhan mencapai lima persen setiap tahunnya,” ucapnya.
Platform ini juga menyediakan data lengkap mengenai lokasi-lokasi yang tersedia di berbagai daerah operasi KAI. Dengan upaya ini, KAI berharap dapat mempercepat proses transaksi bisnis dengan calon mitra secara efisien. “Dengan Space, para mitra atau calon mitra dapat melihat lokasi mana yang memiliki potensi dan nilai komersial tinggi,” tutup Zuhril.
Inovasi ini merupakan bagian dari strategi KAI untuk tidak hanya fokus pada layanan transportasi, tetapi juga untuk mengembangkan aset-aset yang dimiliki agar lebih produktif dan menguntungkan.





