KAI Resmikan Jalur Ekonomi Rakyat Kereta Cikuray di Garut

Jakarta, Maret.id — PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan program Rel Ekonomi Rakyat melalui layanan Kereta Api Cikuray di Stasiun Garut. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan mobilitas para petani dan pelaku usaha mikro di Jawa Barat.
Peluncuran Program Rel Ekonomi
Acara peluncuran berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026, dan ditandai dengan dukungan penuh dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan serta Pemerintah Kabupaten Garut. Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI, Rafli Yandra, menjelaskan bahwa program ini menyediakan transportasi murah yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kapasitas kursi kereta ekonomi meningkat dari 80 menjadi 93 tempat duduk untuk setiap rangkaian. Dengan layanan ini, kami berharap mobilitas masyarakat, petani, pedagang, dan pelaku UMKM dapat semakin baik,” ungkap Rafli. Selain itu, kereta juga menawarkan gerbong khusus bagi petani dan pedagang dengan kapasitas 73 kursi.
Tarif Bersaing untuk Memudahkan Akses
KAI menetapkan tarif bersubsidi sebesar Rp45.000 untuk rute terjauh yang menghubungkan 12 stasiun pemberhentian. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyatakan bahwa kehadiran layanan ini membuka peluang bagi masyarakat untuk memperkenalkan potensi daerah dan memperkuat akses pasar.
“Garut memiliki banyak produk unggulan yang lahir dari kerja keras masyarakat. Kehadiran layanan ini membuka peluang yang lebih luas untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat akses pasar, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Abdusy.
Dampak Positif bagi Ekonomi Daerah
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memaparkan bahwa layanan Kereta Api Cikuray sukses mengangkut sebanyak 615.723 pelanggan sepanjang tahun 2025. Setiap daerah yang dilalui memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda, dan Rel Ekonomi Rakyat hadir untuk memperkuat keterhubungan berbagai aktivitas melalui transportasi yang terjangkau, aman, dan nyaman.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Kereta api menjadi sarana yang mempertemukan berbagai aktivitas produktif dan membuka akses yang lebih besar terhadap peluang ekonomi,” jelasnya.
Inisiatif ini diharapkan dapat memfasilitasi distribusi hasil pertanian dan memperlancar rantai pasok pangan, yang merupakan bagian penting dari perekonomian daerah. KAI percaya bahwa dengan hadirnya Rel Ekonomi Rakyat, mereka dapat berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.





