Trump Sempat Pertimbangkan Serangan Nuklir, Memanas Ketegangan dan Anjlok Pasar Energi!

Jakarta, Maret.id — Mantan Presiden AS Donald Trump disebut sempat mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran, menurut tulisan jurnalis investigasi Seymour Hersh melalui platform Substack.
Klaim dari jurnalis investigasi
Hersh, yang dikenal melalui laporan-laporan investigatifnya, menulis bahwa frustrasi terhadap kebuntuan dalam hubungan dengan Iran mendorong pertimbangan ekstrem tersebut. Dalam tulisan itu Hersh menggambarkan situasi sebagai puncak ketegangan yang memicu kemungkinan opsi militer drastis.
Konteks ketegangan AS–Iran
Menurut narasi yang dibawa Hersh, ketegangan antara Washington dan Tehran meningkat setelah serangkaian insiden di wilayah perairan internasional, termasuk bentrokan antara kapal-kapal militer kedua pihak. Hersh juga mengklaim bahwa Iran mengambil langkah keras berupa penutupan jalur Selat Hormuz secara penuh setelah insiden di laut, sebuah tindakan yang jika benar memiliki implikasi strategis besar.
Seruan internasional untuk meredakan konflik
Beberapa negara disebut menyerukan upaya diplomasi dan de-eskalasi, termasuk negara-negara kawasan Timur Tengah dan pemain global yang khawatir akan dampak lanjutan. Permintaan perdamaian ini, menurut laporan, datang dari negara-negara seperti Pakistan, Qatar, dan Indonesia yang menekankan pentingnya stabilitas bagi perdagangan dan keamanan regional.
Dampak terhadap perdagangan dan energi
Penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi ekspor minyak dunia, dikhawatirkan memicu gangguan pasokan dan kenaikan harga minyak global jika klaim tersebut terbukti benar. Ketidakpastian geopolitik juga berpotensi menekan sejumlah mata uang regional dan memicu volatilitas pasar keuangan internasional.
Verifikasi dan respons resmi
Sampai saat ini klaim terkait pertimbangan penggunaan senjata nuklir dan penutupan total Selat Hormuz sebagaimana dikemukakan oleh Hersh belum dikonfirmasi secara independen oleh otoritas resmi terkait. Pemerintah Amerika Serikat maupun pihak berwenang Iran belum merilis pernyataan yang mengonfirmasi semua detail klaim tersebut, sehingga perlu verifikasi lebih lanjut dari sumber-sumber resmi.
Implikasi kebijakan dan keamanan
Jika tuduhan tersebut benar, konsekuensi kebijakan akan sangat besar, termasuk dalam hal aturan penggunaan kekuatan militer dan kontrol senjata, serta tekanan terhadap sistem tata kelola internasional. Para analis mewanti-wanti perlunya langkah-langkah diplomatik segera untuk mencegah eskalasi yang dapat berdampak luas terhadap ekonomi dan keamanan global.
Situasi ini terus menjadi perhatian komunitas internasional dan pemangku kepentingan energi, dan perkembangan selanjutnya akan dipantau oleh pemerintah serta lembaga internasional. Upaya verifikasi dan konfirmasi dari berbagai pihak diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang klaim yang diangkat dalam laporan tersebut.





