Menteri Dody Tegaskan Percepatan Garapan Waskita, Sekolah Rakyat Subulussalam Segera Fungsional!

Jakarta, Maret.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo tetap optimistis pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 di Kota Subulussalam, Aceh dapat segera difungsikan meskipun menghadapi tantangan besar dalam pengadaan material konstruksi.
Tantangan Logistik di Perbatasan
Kondisi geografis Kota Subulussalam yang berada di wilayah barat daya Aceh dan berbatasan langsung dengan Sumatera Utara menjadi hambatan tersendiri dalam distribusi dan pengiriman material menuju lokasi proyek.
Dody menyoroti bahwa letak Subulussalam yang jauh dari pusat distribusi membuat proses pengiriman bahan konstruksi, khususnya baja dan material berat, membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan daerah lain.
Respons Kementerian dan Langkah Lapangan
Menteri Dody turun langsung ke lapangan untuk mencari solusi percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 di Kota Subulussalam pada Sabtu (13/6/2026) dan memimpin evaluasi teknis serta logistik.
Di lapangan, sejumlah inovasi teknis dan strategi percepatan diuji, termasuk opsi substitusi material pada beberapa segmen struktur untuk mengurangi ketergantungan pada baja yang pengirimannya lebih kompleks.
Strategi Teknis dan Operasional
“Kita harus mengakui bahwa lokasi Subulussalam cukup menantang dari sisi logistik. Mengangkut material ke sini tidak mudah. Bahkan perjalanan darat menuju lokasi saja cukup berat, apalagi untuk mengangkut material konstruksi dalam jumlah besar,” ujar Dody.
“Kita sedang mencari metode kerja yang lebih efektif. Beberapa titik yang semula direncanakan menggunakan baja akan kita evaluasi untuk sebagian diganti dengan beton agar pelaksanaan konstruksi bisa lebih cepat tanpa mengurangi kualitas bangunan,” tambahnya.
Kementerian memprioritaskan pengiriman material melalui beberapa jalur alternatif termasuk laut dan udara untuk mengatasi hambatan akses darat.
Langkah operasional lain yang diterapkan adalah penyediaan batching plant di area proyek, penambahan alat berat, serta dukungan personel dari unsur TNI untuk mempercepat kegiatan lapangan.
Progres Pekerjaan dan Ketersediaan Material
Dody menyampaikan bahwa progres keseluruhan pekerjaan Sekolah Rakyat Subulussalam menunjukkan perkembangan positif dan optimistis dapat selesai tepat waktu.
“Kalau melihat kondisi di lapangan, progresnya sudah sekitar 60 persen. Kita akan terus mencari cara terbaik, tercepat, dan paling efektif untuk menyelesaikan dan yang terpenting bukan hanya cepat selesai, tetapi juga menghasilkan bangunan yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Berdasarkan laporan pelaksanaan per 13 Juni 2026, ketersediaan material di lokasi telah mencapai sekitar 62 persen dan sisanya berada dalam proses pengiriman menuju Subulussalam.
Berbagai strategi percepatan, antara lain pengiriman alternatif, penyiapan fasilitas produksi beton onsite, serta penguatan armada dan logistik, diterapkan untuk menutup kekurangan pasokan material.
Skala Proyek dan Kontraktor Pelaksana
Sekolah Rakyat Aceh 2 Kota Subulussalam dibangun di atas lahan seluas 6,8 hektare dengan kontraktor pelaksana PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan nilai kontrak Rp453,3 miliar.
Kawasan pendidikan terpadu ini dirancang dengan fasilitas komprehensif yang meliputi gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, lapangan mini soccer, serta lapangan basket dan voli, di samping fasilitas pendukung lainnya.
Pemerintah dan kontraktor menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas konstruksi sekaligus mempercepat waktu penyelesaian melalui penyesuaian desain dan metode pelaksanaan yang mempertimbangkan keterbatasan logistik.
Upaya percepatan tersebut diharapkan mampu memastikan pemanfaatan fasilitas pendidikan terpadu ini secara optimal bagi masyarakat setempat dalam jangka panjang.





