Legislator Golkar Soroti Kesiapan SDM untuk Hadapi Tantangan Era AI!

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi I DPR, Nurul Arifin, menekankan pentingnya penguatan koordinasi antar-lembaga untuk menghadapi tantangan lanskap ancaman digital yang terus berkembang di Indonesia. Menurutnya, kemampuan ofensif kecerdasan buatan (AI) berbeda dari ancaman siber konvensional karena sistem ini dapat beradaptasi dengan cepat, menemukan kerentanan, dan merencanakan intrusi secara berkelanjutan tanpa intervensi manusia.
Nurul menjelaskan bahwa perkembangan AI tidak hanya memberikan peluang ekonomi dan mempercepat transformasi digital, tetapi juga membawa berbagai tantangan baru yang berkaitan dengan keamanan nasional, demokrasi, perlindungan data, dan kehidupan sosial masyarakat. “Teknologi tidak boleh hanya dilihat dari sisi efisiensi atau keuntungan ekonomi. Perkembangan AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap keputusan,” tegasnya.
Tantangan Baru dalam Keamanan Siber
Munculnya alat-alat AI yang mampu mengeksploitasi celah perangkat lunak dengan kecepatan dan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya menjadi salah satu kompleksitas baru dalam ancaman siber. Nurul menyampaikan bahwa sejumlah perusahaan keamanan siber ternama di dunia telah melaporkan fenomena ini. Dalam pandangannya, situasi yang berkembang ini hendaknya menjadi perhatian serius Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam memperkuat sistem keamanan siber nasional.
Ia juga berpendapat bahwa penguatan teknologi harus diiringi dengan koordinasi yang lebih erat antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. “Kolaborasi antara semua pihak ini sangat penting agar strategi keamanan siber dapat dijalankan secara efektif,” ungkap legislator yang berasal dari Partai Golkar itu.
Pentingnya Peran Manusia dalam Teknologi
Nurul menambahkan, “AI adalah pelayan, manusia adalah tuannya. Jangan biarkan peran ini bertukar tempat.” Pernyataan ini mencerminkan pandangannya bahwa kemajuan teknologi seharusnya tidak mengesampingkan dimensi manusiawi. Dalam konteks ini, ia merupakan suara yang mengingatkan bahwa setiap teknologi harus digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia tanpa kehilangan kendali.
Ia berharap bahwa ke depannya, semua pihak dapat bekerja sama untuk mencegah potensi risiko yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih. Penguatan koordinasi antar berbagai lembaga dan instansi diharapkan akan menciptakan sistem pertahanan digital yang lebih solid untuk menjaga keutuhan informasi dan data penting bangsa.





