Ekonomi

BCA Syariah Tegaskan Pertumbuhan Terjaga Saat BI

Jakarta, Maret.id — PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) memperkuat strategi penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA) di tengah tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) yang kini berada di level 5,5 persen. Strategi tersebut disampaikan perusahaan seiring upaya efisiensi biaya dana dalam menghadapi tekanan moneter yang semakin ketat.

BCA Syariah menyampaikan pemaparan kinerja pada acara Media Update Kinerja Keuangan 2025 bertajuk Innovate and Resilience yang digelar di Jakarta pada Selasa (10/2/2026). Manajemen menegaskan fokus pada pembentukan basis dana yang lebih stabil dan berbiaya rendah sebagai prioritas strategis.

Penguatan Strategi CASA

Percepatan penghimpunan CASA dilakukan dengan meningkatkan porsi dana murah sambil mengembangkan produk dan layanan digital yang lebih menarik bagi segmen ritel. Perseroan juga menempatkan upaya pemasaran yang lebih kreatif untuk merangkul nasabah baru demi menjaga efisiensi struktur biaya dana.

Selain itu, BCA Syariah berupaya memperkuat jaringan distribusi dan kemitraan strategis untuk memperluas basis nasabah yang menempatkan dana dalam rekening giro dan tabungan. Langkah ini dipandang krusial untuk mereduksi ketergantungan pada dana berbiaya tinggi yang dapat menekan margin.

Dampak Kenaikan BI-Rate terhadap Cost of Fund

Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengakui bahwa kenaikan BI-Rate secara kumulatif sebesar 75 basis poin (bps) berdampak terhadap biaya dana (cost of fund) industri perbankan, termasuk perbankan syariah. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Media Gathering BCA Syariah – Sinergi Inklusivitas Bersama Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (15/6/2026), Yuli menyatakan bahwa dampak tersebut nyata dirasakan oleh institusi perbankan.

Yuli menegaskan bahwa sebagai bagian dari industri keuangan nasional, BCA Syariah akan menyesuaikan diri dengan kebijakan yang ditetapkan otoritas moneter. Kebijakan penyesuaian tersebut mencakup penataan komposisi dana, penentuan harga produk pembiayaan, serta langkah-langkah pengendalian biaya operasional.

Penyesuaian Operasional dan Respons Pasar

Manajemen menyatakan bahwa penyesuaian tidak hanya bersifat teknis tetapi juga strategis, termasuk evaluasi portofolio pembiayaan dan penajaman segmen pasar yang menjadi prioritas. Perubahan strategi diharapkan dapat menjaga kesehatan margin bunga dan menunjang keberlanjutan pertumbuhan.

Kebijakan adaptif ini juga mencakup peningkatan efisiensi proses internal serta pengembangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan nasabah di kondisi suku bunga yang meningkat. Pendekatan ini diharapkan membantu menjaga likuiditas sekaligus meminimalkan tekanan pada laba bersih.

Prospek Industri dan Kondisi Eksternal

Terkait meredanya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), manajemen menilai bahwa perbaikan kondisi eksternal belum serta-merta menghilangkan tantangan bagi sektor perbankan. Fokus pelaku industri saat ini tetap pada kondisi ekonomi domestik, terutama daya beli masyarakat segmen menengah ke bawah yang menjadi indikator utama permintaan kredit ritel.

Yuli menekankan bahwa prospek bisnis perbankan masih terbuka, namun memerlukan respons yang cepat dan cermat terhadap dinamika pasar dan perekonomian. Industri keuangan dinilai harus terus adaptif dalam merespons pergeseran kondisi makro dan mikroekonomi.

Kinerja Keuangan Hingga Mei 2026

Laporan keuangan BCA Syariah hingga Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang solid, tercatat mencapai Rp15,17 triliun atau meningkat 15,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). Peningkatan DPK ini mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap produk simpanan yang ditawarkan bank tersebut.

Di sisi pembiayaan, perseroan membukukan pertumbuhan 20,4 persen secara tahunan menjadi Rp13,12 triliun hingga Mei 2026. Angka pertumbuhan pembiayaan tersebut menunjukkan adanya permintaan kredit yang terus tumbuh sekaligus kemampuan bank mempertahankan penyaluran pembiayaan di tengah perubahan arah kebijakan moneter.

Manajemen menilai bahwa kombinasi pertumbuhan DPK dan pembiayaan mencerminkan stabilitas operasional BCA Syariah dalam menghadapi dinamika pasar. Perseroan akan terus memantau perkembangan suku bunga, kualitas aset, dan likuiditas untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan.

Upaya peningkatan CASA, penyesuaian struktural, serta pengawasan prudent terhadap portofolio pembiayaan menjadi pilar strategi BCA Syariah ke depan. Manajemen juga menegaskan komitmen untuk terus berinovasi sambil mempertahankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button