Ekonomi

KA Cikuray dan Kereta Petani Melayani Puluhan Ribu Pelanggan

Jakarta, Maret.id — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang yang menggunakan layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang. Melalui program Public Service Obligation (PSO), KAI berhasil mengangkut 34.824 penumpang pada Kereta Ekonomi Kerakyatan, dengan fokus pada rute antarkota untuk mendorong produktivitas masyarakat.

Peningkatan Aksesibilitas bagi Pelaku Usaha Mikro

Selain itu, sebanyak 27.824 pelanggan terdaftar menggunakan Kereta Petani-Pedagang, yang melayani rute Rangkasbitung menuju Merak. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat aksesibilitas bagi pelaku usaha mikro di berbagai daerah, memastikan mereka dapat terhubung dengan pasar dan peluang lainnya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa tujuan utama dari penyediaan sarana kereta murah adalah untuk menghubungkan masyarakat dengan berbagai sektor kehidupan. “Kereta api menghubungkan masyarakat dengan pekerjaan, pendidikan, pasar, layanan publik, dan peluang ekonomi. Melalui layanan PSO, KAI bersama pemerintah ingin memastikan manfaat kereta api semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari pelanggan,” ungkap Anne.

Peluncuran Kereta Cikuray dengan Rangkaian Baru

Uji coba awal Kereta Ekonomi Kerakyatan dimulai dari Stasiun Lempuyangan menuju Pasar Senen. Dalam perjalanan ini, sebanyak 12.262 penumpang menggunakan rute tersebut, sementara perjalanan sebaliknya tercatat 12.136 orang. Selanjutnya, KA Cikuray dengan relasi Garut menuju Pasar Senen juga menggunakan rangkaian kereta baru, yang diluncurkan dengan dukungan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Garut.

Dalam waktu satu minggu operasional, KA Cikuray berhasil mengangkut total 10.448 penumpang, terdiri dari 10.426 pelanggan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan 22 pelanggan Kereta Petani-Pedagang. Anne menambahkan bahwa masyarakat menunjukkan respons tinggi terhadap gerbong murah ini, dengan volume angkutan KA Cikuray terus meningkat, mencapai 615.723 orang pada tahun 2025.

Inovasi Desain untuk Meningkatkan Kapasitas

Balai Yasa Manggarai mengambil langkah inovatif dengan mendesain ulang tata letak kursi penumpang menjadi 93 unit per gerbong, sedangkan Balai Yasa Surabaya Gubeng merancang fasilitas khusus untuk pedagang dengan kapasitas 73 kursi. Salah satu pedagang lokal, Sumarni, mengakui manfaat nyata dari layanan ini, yang berhenti di sebelas stasiun untuk mendukung distribusi logistik pedagang kecil.

“Ini sangat berpengaruh pada pendapatan harian kami,” ujar Sumarni. Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap sektor perkeretaapian. Evaluasi berkala terus dilakukan untuk menetapkan rute baru dengan mempertimbangkan potensi ekonomi daerah.

“Rel menghubungkan orang dengan peluang. Ketika petani lebih mudah menjangkau pasar, pedagang memiliki pilihan perjalanan, pekerja dapat mengakses pusat aktivitas, dan keluarga memperoleh transportasi terjangkau, maka kereta api hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat,” tambah Wisnu.

Dengan upaya yang terus dilakukan, KAI berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh masyarakat, mendorong kesejahteraan dan produktivitas yang lebih baik.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button