Kaum Hantam Kromo Ancam Stabilitas Nasional, Segera Ditindak!

Jakarta, Maret.id — Pernyataan mengenai pentingnya memperkuat pemikiran kritis di kalangan generasi muda disampaikan oleh Agus Jabo dalam acara Talkshow Mahasiswa Bicara yang berlangsung di Mattea Social Space, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Timur, pada Jumat sore, 19 Juni 2026. Acara ini mengangkat tema “Bangun Persatuan Nasional, Tegakkan Pasal 33” yang diselenggarakan oleh Koalisi Bangsa Muda (Bangun Negeri Oleh Mahasiswa Indonesia).
Pentingnya Pemikiran Kritis di Era Digital
Agus Jabo menyatakan bahwa berbagai masalah yang dihadapi bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan isu oligarki, imperialisme, dan korupsi. Namun, fenomena lain yang kian mengkhawatirkan adalah kebiasaan sejumlah individu yang berbicara tanpa memiliki landasan pengetahuan yang cukup.
“Musuh tadi sudah disampaikan, serakahnomics, imperialisme, oligarki, koruptor. Dan saya menambahkan satu lagi bahwa musuh sekarang ini adalah seperti yang dikatakan oleh Bung Karno, yaitu kaum hantam kromo,” jelas Agus Jabo. Ia menyoroti bahwa kelompok ini berpotensi menimbulkan misinformasi dengan melontarkan pendapat tentang isu-isu penting tanpa melakukan kajian yang mendalam.
Menentang Informasi yang Dangkal
Dalam penjelasannya, Agus Jabo menegaskan bahwa sejumlah orang terkadang menyampaikan pendapat tanpa analisis yang memadai. “Mereka tidak punya analisa, tetapi ngoceh terus dan asal ngomong. Bacanya hanya judul-judul di TikTok dan IG, namun komentarnya luar biasa,” ujarnya. Pernyataan ini menyoroti perlunya literasi yang lebih tinggi di antara generasi muda agar mereka dapat menghadapi berbagai isu secara lebih kritis.
“Saya mengajak mahasiswa untuk memperkuat tradisi berpikir kritis dan literasi agar ruang publik tidak didominasi oleh informasi yang dangkal,” tambahnya. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan diskursus yang lebih mendalam dan bermakna di masyarakat.
Pembicara Lain dan Harapan untuk Mahasiswa
Acara Talkshow ini juga dihadiri oleh berbagai narasumber, termasuk perwakilan dari organisasi mahasiswa dan mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier. Diskusi yang berlangsung dalam acara ini diharapkan dapat memberi inspirasi kepada generasi muda untuk lebih aktif dalam mengembangkan pemikiran kritis serta kesadaran sosial terhadap isu-isu yang ada.
Agus Jabo menutup penyampaiannya dengan menekankan bahwa generasi masa kini memiliki tanggung jawab yang besar dalam menciptakan dialog yang sehat dan konstruktif. Ia berharap agar mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang memperdebatkan isu-isu penting dengan cara yang lebih terdidik dan berinformasi.





