KAI Temukan 10.429 Barang Penumpang Senilai Rp7,23 Miliar yang Mengindikasikan Peningkatan Aktivitas Ekonomi di Sektor Transportasi

Jakarta, Maret.id — PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan bahwa selama lima bulan terakhir, telah mengamankan 10.429 barang temuan dengan nilai mencapai Rp7.231.538.000. Barang-barang tersebut merupakan milik penumpang yang tertinggal di berbagai stasiun dalam wilayah kerja perusahaan kereta api.
Rincian temuan terdiri dari 507 makanan, 7.527 barang biasa, dan 2.395 barang berharga. Dari total tersebut, KAI telah berhasil menyelesaikan tindak lanjut untuk 7.071 barang.
Anne Purba, Wakil Presiden Corporate Communication KAI, mengingatkan penumpang untuk tetap menjaga barang bawaan mereka. Ia menyampaikan imbauan itu melalui laporan tertulis pada Senin, 22 Juni 2026, dengan menegaskan pentingnya memeriksa kembali barang sebelum meninggalkan kereta atau stasiun. “Satu menit untuk mengecek ulang bisa menghindarkan pelanggan dari kepanikan karena barang tertinggal,” ujar Anne.
Staf KAI telah berhasil mengembalikan 4.659 unit barang kepada pemilik yang sah secara langsung. Selain itu, sebanyak 2.202 unit barang temuan juga telah disalurkan kepada berbagai lembaga sosial kemasyarakatan.
Petugas stasiun diinstruksikan untuk selalu siaga dalam mengamankan barang milik penumpang. Saat ini, masih terdapat 3.358 unit barang temuan yang disimpan untuk keperluan verifikasi data.
“Setiap barang yang ditemukan akan didata, diamankan, dan diverifikasi. Untuk barang berharga, proses pengembaliannya dilakukan dengan prinsip kehati-hatian,” kata Anne.
Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat jumlah temuan tertinggi, yaitu 2.373 barang. Diikuti oleh Daop 1 Jakarta yang melaporkan 2.248 barang hilang.
Sementara itu, Daop 5 Purwokerto mencatat 1.612 unit barang temuan, dan Daop 4 Semarang mengamankan 969 barang. Dalam hal pengembalian, Daop 1 Jakarta juga mencatat angka tertinggi, yaitu 1.374 barang, sedangkan Daop 5 Purwokerto mengembalikan 802 unit.
Anne menekankan pentingnya kewaspadaan dan ketelitian dalam menggunakan layanan kereta. Secara kumulatif, jumlah barang temuan menunjukkan peningkatan berkala sejak Januari 2026.
“Kami ingin pelanggan merasa tenang saat melakukan perjalanan. Namun, keamanan barang bawaan juga tergantung pada kebiasaan pelanggan,” ujar Anne. Ia menyarankan agar barang penting disimpan di tempat yang mudah diawasi dan dilakukan pengecekan ulang sebelum turun.
Di sisi lain, Daop 6 Yogyakarta mencatat taksiran nilai barang temuan mencapai Rp823.844.000 selama lima bulan. Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary PT KAI, mengajak pelanggan untuk menjaga ketertiban. “Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang ditemukan dan dikembalikan,” kata Wisnu.





