Ekonomi

Cangkir Barista Terobosan Bank Indonesia dalam Mencetak Barista dengan Standar Internasional untuk Meningkatkan Kualitas Industri Kopi Nasional

Jakarta, Maret.id — Bank Indonesia (BI) meluncurkan program “Cangkir Barista” untuk mendukung Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri kopi nasional melalui fasilitasi sertifikasi internasional bagi barista di Indonesia.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan keprihatinan atas rendahnya jumlah barista bersertifikat internasional di tanah air. “Jumlah barista tersertifikasi internasional di Indonesia masih sangat terbatas,” ujar Perry saat acara peluncuran program tersebut di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Saat ini, tercatat sekitar 923 ribu barista di Indonesia, namun hanya 100 di antaranya yang telah mendapatkan sertifikasi internasional. “Melalui program ‘Cangkir Barista’, setiap tahun kami menargetkan 400 barista untuk tersertifikasi internasional,” tambahnya.

Program ini tidak hanya berfokus pada sertifikasi, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan koneksi antara barista dan petani kopi. Para peserta akan mendapatkan pelatihan dalam membuka usaha kedai kopi dan diharapkan dapat membangun ekosistem kopi yang lebih kuat. “Mereka akan berhubungan langsung dengan para petani kopi dalam negeri dan importir luar negeri,” tuturnya.

BI selama ini telah membina beberapa barista yang berhasil meraih penghargaan internasional, menjadikan mereka duta kopi Indonesia di berbagai event global. “Kopi Indonesia luar biasa potensinya untuk menembus pasar global,” ungkap Perry.

Potensi pendapatan dari sektor barista diperkirakan mencapai USD12,5 miliar, dengan pertumbuhan gerai kopi mencapai 23,9 persen per tahun. Program “Cangkir Barista” akan dilaksanakan dalam tiga tahap: pelatihan kewirausahaan, praktik dan evaluasi, serta pembukaan kafe. “Kami akan memilih barista yang sudah mampu mandiri,” tutup Perry.

BI juga menekankan pentingnya barista yang sukses untuk memberikan pelatihan kepada petani kopi lokal mengenai cara memilih dan mengolah biji kopi. “Dengan cara ini, mereka akan memperoleh bahan baku berkualitas tinggi,” kata Perry, optimis akan masa depan industri kopi Indonesia.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button