Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Prabowo Singgung Kekayaan RI yang Mengalir Keluar: Dampak pada Pasar Keuangan dan Implikasi Kebijakan Stabilitas Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto menilai pelemahan rupiah tidak lepas dari keluarnya kekayaan Indonesia ke luar negeri saat hadir pada Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Prabowo menyebut kondisi ekonomi suatu negara dapat melemah apabila sumber daya dan kekayaan terus mengalir keluar.

“Kalau sekarang ada yang mengatakan rupiah kita lemah, ini dan itu, ya karena kekayaannya keluar…” ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Ia menganalogikan keluarnya kekayaan negara dengan kehilangan darah pada tubuh manusia.

“Kalau darah kita tiap hari keluar, pada akhirnya badan kita kolaps, mati. Begitu juga dengan Republik kita, tiap tahun kekayaan kita diambil keluar, kita masih berdiri…” ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami kerugian hingga 908 miliar dolar AS atau sekitar Rp15 ribu triliun dalam kurun 34 tahun.

“Setelah kita hitung, ini angka dari PBB, kita telah rugi 908 miliar dolar selama 34 tahun atau Rp15 ribu triliun…” ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Ia menyatakan angka kerugian tersebut antara lain disebabkan praktik under invoicing atau pelaporan nilai transaksi yang tidak sesuai dalam perdagangan.

“Yang terjadi adalah under invoicing atau laporan palsu. Para pengusaha itu tidak jujur…” ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

“Katanya dia jual 1.000 ton, dia lapor hanya 500 ton. Artinya negara rugi…” ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Pernyataan Prabowo menyoroti potensi dampak jangka panjang arus keluar kekayaan dan praktik pelaporan perdagangan terhadap pendapatan negara dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button